Sabtu, 03 Desember 2016

Pengalaman di Gizi Peduli Indonesia 2016


Gizi Peduli Indonesia (GPI) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI) sebagai bentuk kepedulian seluruh mahasiswa gizi se-Indonesia terhadapat masalah gizi yang ada di Indonesia. Kegiatan Gizi Peduli Indonesia (GPI) 2016 dilaksanakan di Makassar tepatnya di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 – 9 Oktober 2016. Desa Ujung Bulu dipilih sebagai tempat pengabdian masyarakat karena beberapa alasan, salah satunya rendahnya cakupan ASI Eksklusif, hal ini didasari dari survei yang dilakukan oleh panitia dan didukung dengan data sekunder yang ada. Pengambilan keputusan dilakukan melalui pendataan di instansi pemerintahan dan puskesmas setempat serta dilakukan berbagai survei lokasi.
Jumat, 7 Oktober 2016, adalah hari pertama kegiatan ini, yang dimulai dengan opening ceremony di Gedung Penelitian Ilmiah Univesitas Hasanuddin. Acara dibuka dengan penyambutan oleh Tari Paduppa, salah satu tari tradisional Sulawesi Selatan, yang mengucapkan selamat datang kepada para delegasi dari seluruh Indonesia. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Gizi Peduli Indonesia, Ketua FORMAZI, Sekretaris Jendral ILMAGI, dan Ketua Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas. Kemudian acara dibuka oleh Wakil Dekan III FKM Unhas dengan simbol pemukulan gong.
Acara dilanjutkan dengan pembekalan materi bagi delegasi mengenai Siaga Bencana Gizi (SiGi) oleh Bu Sabaria Manti Battung, dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin. Adapun materi yang dibahas mengenai gizi kedaruratan, bagaimana peran ahli gizi sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana. Setelah materi, acara dilanjutkan dengan mobilisasi delegasi ke tempat kegiatan yang membutuhkan waktu sekitar 7 jam perjalanan darat. Setelah tiba di tempat kegiatan, delegasi disambut oleh warga dan dilanjutkan dengan briefing kegiatan untuk hari ke-2 yang dipandu oleh panitia pengarah. Briefing ini meliputi pembagian tugas delegasi untuk  melaksanakan sosialisasi ke 4 SD dan masyarakat umum agar delegasi mengetahui tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama kegiatan Gizi Peduli Indonesia.
Pada hari kedua, setelah delegasi selesai mempersiapkan diri dan sarapan, delegasi pergi ke lokasi sesuai pembagian tugas masing-masing, baik untuk sosialisasi ke 4 SD dan masyarakat umum. Sosialisasi kepada masyarakat umum berlokasi di rumah kepala desa Ujung Bulu yang merupakan tempat titik kumpul kegiatan. Karakteristik masyarakat umum meliputi ibu-ibu yang memiliki anak usia bayi dan balita, mereka mendapatkan materi mengenai Pedoman Gizi Seimbang dan 1000 Hari Pertama Kehidupan, serta demo pembuatan MP ASI. Di SD, sosialisasi Pedoman Umum Gizi Seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dilakukan oleh delegasi yang bertugas, selain itu juga dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan sebagai screening awal status gizi anak sekolah.
Pada pukul 13.00-15.00 WITA dilanjutkan dengan agenda simulasi SIGI. Acara ini merupakan simulasi terhadap terhadap terjadinya bencana dan peran ahli gizi untuk membantu dalam mengurangi resiko terjadinya penyakit dalam bencana. Simulasi GIZI ini dilakukan oleh semua delegasi dimana dibagi menjadi 3 bagian : sebagai korban, tenaga medis, dan dapur memasak. Sesuai dengan materi yang telah disampaikan di awal kegiatan, bahwa setiap profesi memiliki peran dan tanggungjawab masing-masing dalam keadaan bencana. Tenaga medis, seperti dokter dan perawat, bekerja full saat terjadinya bencana, yakni evakuasi korban, dibantu oleh tentara. Ahli gizi memastikan bahwa semua korban mendapatkan asupan gizi yang sesuai standar kecukupan, yakni 2100 kkal/hari. Pada hari ke-2 atau ke-3 pasca-bencana, ahli gizi mengukur status gizi korban, sehingga pemberian makanan lebih dapat disesuaikan dengan kebutuhan korban. Selain itu, ahli gizi juga bertugas dalam mengecek persediaan makanan dan menyusun menu makanan. Menu tersebut diberikan kepada tentara, yang nantinya memasak makanan.
Acara terakhir adalah pemeriksaan kesehatan dimana diikuti oleh ibu dan anaknya. Pemeriksaan kesehatan untuk anak meliputi pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Pemeriksaan kesehatan ibu meliputi pemeriksaan tekanan darah, hb, golongan darah, dan konseling gizi kepada delegasi yang berkompeten. Pemeriksaan kesehatan ini bekerjasama dengan Puskesmas setempat.
Acara utama selesai dan delegasi dapat kembali ke tempat isitrahat untuk mempersiapkan acara malam hari, yaitu acara malam keakraban yang diikuti dengan masyarakat dan kepala Desa Ujung Bulu. Dalam malam keakraban ini, para delegasi menonton film bersama dengan warga. Film ini mengisahkan mengenai budaya dan adat Suku Bugis.

Hari ke-3 merupakan acara terakhir Gizi Peduli Indonesia, para delegasi mengikuti acara penutupan oleh kepada Desa Ujung Bulu dan pemberian kenang-kenangan. Kemudian, delegasi bersiap-siap untuk meninggalkan Desa Ujung Bulu menuju Makassar. Rombongan delegasi dibagi menjadi dua kelompok sesuai dengan rentang waktu kepulagan. Delegasi yang rentang waktu kepulangannya lebih panjang, mengikuti field trip di Kecamatan Rumbia. Delegasi yang rentang waktu kepulangan ke daerah asalnya lebih pendek, mengikuti kegiatan field trip  di Kota Makkasar. Delegasi Unair mengikuti field trip di Kota Makasar, kami mengunjungi salah satu pantai terkenal di Makasar, yaitu Pantai Losari. Setelah itu, kami menuju ke Bandara Sultan Hasanuddin dan kembali ke Surabaya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar