Sabtu, 18 Juli 2015

TUGAS MATKUL DASAR EPIDEMIOLOGI : ANALISIS METODE PENELITIAN EXPERIMENT QUASI

PENGARUH KONSELING GIZI DAN SUPLEMENTASI GIZI MIKRO DUA KALI SEMINGGU TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DAN ASUPAN MAKANAN IBU HAMIL

Hapzah*1,2, Veni Hadju2,3, Saifuddin Sirajuddin2,3
*E-mail : hapzah@yahoo.co.id
1Stikes Bina Bangsa Majene Sulawesi Barat
2Konsentrasi Gizi,Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar
3Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian                  : Experiment Quasi (semu)
Lokasi Penelitian              : Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan
  Wilayah kerja Puskesmas Barandasi dan Puskesmas Mandai.
Desain Penelitian             : Non randomisasi
Pengambilan Sampel         : Purposive sampling dengan kriteria :
-          Ibu hamil Trimester II (13 – 24 minggu) kehamilan
-          Paritas < 3
-          Tinggi Badan >140
-          LILA > 21 cm
-          Kadar Hb > 8 g/dl
-          tidak mengalami perdarahan kronis
-          memiliki kemauan untuk mengikuti prosedur sampai selesai.
       Subjek Penelitian                 : sebanyak 60 orang, yaitu masing-masing 30 orang pada kelompok  perlakuan dan 30 orang pada kelompok kontrol.
Variabel Penelitian               : Variabel dependen / Kelompok perlakuan : wilayah kerja Puskesmas Barandasi
Variabel independen / Kelompok kontrol : wilayah kerja Puskesmas Mandai.

PELAKSANAAN INTERVENSI
1.      Ibu hamil pada kelompok perlakuan menerima konseling gizi sebulan sekali bersama dengan suplemen gizi mikro dua kali per minggu.
2.      Ibu hamil pada kelompok control hanya menerima suplemen gizi mikro dua kali per minggu.
3.      Konseling dilakukan di rumah setiap ibu hamil, yang kadang dihadiri olrh keluarga terdekat. Konseling diberikan oleh petugas terlatih / ahli gizi dengan memberikan petunjuk terkait makanan bergizi dari sumber makanan yang dapat diperoleh dengan mudah di sekitarnya
4.      Suplemen gizi mikro dibuat khusus terdiri dari zat besi dan folat, yang selama ini digunakan dalam program dan ditambahkan dengan 50 mg vitamin C dan 1800 RE vitamin A.
5.      Setiap ibu hamil memperoleh 8 kapsul setiap bulan dan dianjurkan mengonsumsi dua kali setiap minggu.
6.      Petugas lapangan mengontrol jumlah kapsul yang dikonsumsi setiap dua minggu.
7.      Intervensi dilakukan selama 12 minggu.

HASIL PENELITIAN
Setelah dilakukan intervensi selama 12 minggu, menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada kedua kelompok. Peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan lebih bermakna, yakni sebesar 0,35 g/dL. Sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan kadr hemoglobin 0.053 g/dL.
       Selain itu, terdapat peningkatan konsumsi makan dari kedua kelompok berbeda. Peningkatan konsumsi makan tersebut terkait dengan angka kecukupan gizi dan energi. Pada kelompok perlakuan, dari bulan 1, 2, 3 secara berurutan memiliki persentasi 102% AKG, 97% AKG, 126% AKG. Dibandingakan dengan kelompok kontrol, yaitu 80,6% AKG, 85% AKG, dan 94,6% AKG.
       Dari data di atas, konseling gizi telah membantu ibu hamil pada kelompok perlakuan untuk meningkatkan asupan makan hingga memiliki asupan makan yang lebih besar dari kelompok kontrol. Hal ini akan berdampak pada pertambahan berat badan ibu hamil selama tiga bulan intervensi. Pertambahan berat badan pada kelompok perlakuan yaitu 4,82 kg selama 3 bulan sedangkan pada kelompok kontrol 4,68 kg.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar