Senin, 06 April 2015

KAITAN BIOETIKA, NORMA, BUDAYA, DAN AGAMA


Bioetika didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan untuk mempertahankan hidup dan terpusat pada penggunaan ilmu-ilmu biologi untuk memperbaiki mutu kehidupan. Kehidupan sendiri mencakup pada norma (nilai hidup), budaya, dan agama. Bioetika merupakan jembatan antara ilmu pengetahuan dan etika kemanusiaan, dimana etika kemanusiaan bersumber dari norma, budaya, dan agama di tiap-tiap masyarakat.
            Dengan demikian, bioetika sangat terkait dengan norma, budaya, dan agama di masyarakat. Norma, budaya, dan agama tersebut merupakan sumber, yang menilai etis tidaknya suatu tindakan penelitian yang akan dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan untuk memperbaiki mutu kehidupan. Norma, budaya, dan agama menjadi saringan dan pedoman yang mengatur dan membatasi kegiatan penelitian ilmiah di segala cabang ilmu, baik kedokteran, gizi, pertanian, ekologi, rekayasa genetika, dan lain-lain.
            Studi kasus I : mengenai “Euthanasia“.
Euthanasia didefinisikan sebagai tindakan pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit seminimal mungkin daripada manusia atau hewan tersebut tersiksa, mengalami kesakitan, akibat penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Tindakan Eutanasia masih pro-kontra di berbagai belahan dunia. Ada beberapa negara yang melegalkan tindakan medis ini, ada juga yang tidak melegalkan tindakan ini. Di negara Indonesia, tindakan ini adalah tindakan yang illegal yang melawan hukum. Namun, faktanya tindakan ini masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Di satu sisi, tindakan euthanasia merupakan tindakan yang meringankan penderitaan pasien, karena pasien sudah terlalu lama menderita penyakit dan menjalani pengobatan tapi tidak kunjung sembuh. Belas kasihan juga muncul kepada keluarga pasien yang sudah mengeluarkan banyak biaya pengobatan. Namun di lain sisi, ditinjau dari sisi norma, budaya, dan agama, hal ini tidak benar untuk dilakukan. Kematian bersifat sakral, hanya Tuhan yang mengatur kematian. Tindakan euthanasia dianggap sebagai tindakan pembunuhan. Manusia tidak berhak untuk mencabut atau menghilangkan nyawa manusia lain.
Studi kasus II : mengenai “kloning”.
Kloning adalah salah satu kegiatan ilmiah menciptakan makhluk hidup, yang dilakukan dengan mengambil DNA makhluk hidup sebagai bahan untuk membuat klonnya. Seperti tujuan bioetik, tindakan kloning ini bertujuan untuk memperbaiki mutu kehidupan. Klon yang terbentuk memiliki sifat-sifat asli seperti yang dimiliki oleh pemilik DNA. Dengan adanya klon ini, diharapkan dapat menolong si pemilik DNA ketika dia jatuh sakit. Misalnya ketika si pemilik DNA memerlukan transplantasi organ, maka organ dari klonnya dapat diambil untuk ditransplantasikan kepadanya. Dengan demikian, maka kelangsungan hidup si pemilik DNA akan terjamin. Sejauh ini, klon masih diperbolehkan dilakukan pada hewan. Klon tidak boleh dilakukan pada manusia, karena menimbang dari sisi norma, budaya, dan agama, hidup matinya seseorang hanya ada di tangan Tuhan. Manusia tidak berhak mencabut, mengurangi, maupun menambah umur manusia lain. Hanya Tuhan saja yang berhak melakukannya.

Demikian beberapa contoh tindakan pengembangan keilmuan. Memang baik mengembangkan dan memajukan keilmuan guna memperbaiki mutu kehidupan. Namun, alangkah baiknya pula jika tindakan tersebut dibatasi dan diimbangi dengan nilai norma, budaya, dan agama. Penelitian boleh dilakukan selama itu menghargai hak-hak hidup dari makhluk ciptaan Tuhan dan benar jika ditinjau dari nilai norma, budaya, dan agama. Excellent with morality.

Selasa, 24 Maret 2015

PENCERNAAN KARBOHIDRAT

Di dalam tubuh manusia, karbohidrat dicerna dengan serangkaian proses, diantaranya:
1.      Proses ingesti
Karbohidrat masuk dalam tubuh manusia melalui makanan yang dikonsumsi oleh manusia, yakni dalam bentuk polisakarida. Di dalam mulut, proses pencernaan mekanik dan kimiawi terjadi, yakni polisakarida, berupa amilum, dikunyah dengan bantuan dentes dan dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana, yakni menjadi disakarida, oleh bantuan enzim amylase/ptyalin yang dihasilkan oleh kelenjar ludah.
Setelah itu, disakarida masuk ke dalam lambung dengan gerak peristaltik oleh esofagus. Di dalam lambung tidak terjadi pencernaan karbohidrat, karena didalam lambung hanya ada enzim pepsin (yang mengubah protein menjadi pepton), enzim renin (yang mengubah kaseinogen menjadi kasein), dan enzim lipase (yang mengubah lemak menjadi asam lemak).
Dari lambung, disakarida kemudian menuju ke dalam duodenum. Di duodenum inilah disakarida dipecah menjadi monosakarida dengan enzim-enzim disakaridase, seperti enzim maltase (yang memecah maltosa menjadi glukosa), enzim laktase (yang memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa), dan enzim sukrose (yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa).

2.      Proses absorpsi
Pada dasarnya, proses absorpsi adalah proses perpindahan nutrient dari sistem digestif ke sistem vaskuler/transportasi. Proses ini terjadi di illeum, pada illeum terdapat banyak villi dan kapiler. Glukosa, sebagai hasil pemecahan karbohidrat, diserap oleh kapiler dan masuk ke dalam sistem vaskuler/transportasi. Mekanisme penyerapan ini dapat melalui transport aktif maupun difusi terfasilitasi. Lamanya waktu dari makanan dicerna oleh tubuh hingga masuk ke dalam aliran darah berbeda-beda tergantung dari indeks glikemik masing-masing makanan.

3.      Proses transportasi
Setelah masuk ke aliran darah, glukosa diedarkan ke seluruh tubuh, glukosa akan masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk proses metabolisme selanjutnya. Jika tubuh kelebihan glukosa, maka glukosa akan disimpan sebagian besar di otot, yakni 2/3 bagian. Sisa glukosa disimpan di dalam hati. Di dalam otot dan hati ini, glukosa dikonversi menjadi glikogen.

4.      Proses metabolisme
Glukosa di dalam sel akan diproses lebih lanjut guna menghasilkan energi untuk keperluan hidup tubuh. Glukosa dipecah dengan serangkaian proses katabolisme, diantaranya proses glikolisis yang mengubah glukosa menjadi senyawa antara asam piruvat, kemudian Siklus TCA/Krebs, dan sistem transport elektron. Dalam proses katabolisme tersebut, 1 molekul glukosa diubah menjadi energi, sebanyak 36 ATP.

5.      Proses ekskresi
Jenis karbohidrat berupa serat, tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia. Namun karbohidrat jenis ini diperlukan tubuh manusia untuk mengikat sisa-sisa pencernaan di kolon. Pada akhirnya, diekskresikan melalui feses.


Haii - 19 years


Senin, 09 Februari 2015

APA YANG DILAKUKAN JIKA PUTUS PACARAN?


Berpacaran adalah persiapan untuk menuju pernikahan yang kudus, yang seturut dengan kehendak Tuhan. Sekalipun demikian, hubungan pacaran tetap ada kemungkinan putus, artinya tidak jadi menikah.
Penyebab putusnya hubungan pacaran:
1.      Dalam perjalanan menuju ke pernikahan, tidak ada kecocokan yang terjadi.
2.      Salah  satu merasa tidak cocok.
3.      Terjadinya pengkhianatan, salah satu membangun hubungan dengan pihak lain.
4.      Ditinggal pergi, tanpa kabar berita.
5.      Ada pihak luar yang mempengaruhi, misalnya keluarga tidak setuju.

Yang dapat dilakukan adalah:
1.      Ketika sudah tidak cocok, lebih baik dihentikan. Daripada putusnya pada saat pernikahan, apalagi sudah punya anak. Ketika menghadapi seperti ini, harusnya masing-masing tenang, membicarakan ketidakcocokan, menjaga emosi baik marah ataupun takut kehilangan dan mengambil waktu berpikir dan mencari kehendak Tuhan. Lebih baik juga jika didiskusikan dengan pembimbing rohani, bergumullah, dan ketika sudah mendapat keputusan, jika memang tidak cocok, ya sudah beranilah mengatakan putus. Sehingga kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dulu kita salah mendengar dan mengartikan kehendak Tuhan.
2.      Apabila salah satu merasa tidak cocok dan memutuskan hubungan. Hal yang perlu dilakukan adalah mengambil waktu untuk berpikir dan mendoakan, kedua-duanya bertanggungjawab untuk mencari kehendak Tuhan. Jika memang salah satu tidak cocok, ya sudah putus. Hubungan pacaran adalah tidak berdasarkan paksaan, hubungan berpacaran tidak ada keterikatan, tidak boleh saling memiliki dan adanya saling menyerahkan diri. Jika anda mau menyerahkan diri anda kepada pasangan, namun pasangan tidak mau menyerahkan diri, sama saja, tidak boleh, maka putus. Daripada berbahaya pada pernikahan nantinya.
3.      Pengkhianatan dan ditinggal pergi. Jika anda dikhianati atau ditinggal pergi, maka ingatlah bahwa dia bukan yang tepat bagi anda dan bersyukurlah itu masih terjadi dalam proses pacaran, bukan dalam proses pernikahan. Kehendak Tuhan tidak 100% menjamin  orang tersebut tidak berbuat dosa atau kesalahan. Orang yang sudah menikahpun, kadang juga bisa berbuat dosa, selingkuh atau meninggalkan keluarganya pergi. Sarannya, tenangkan diri dan mencobalah berdoa lagi untuk mencari yang baru.
4.      Jika ada pengaruh dari orang lain, maka putuslah dan bersyukurlah bahwa dia bukan orang yang tepat. Hubungan anda masih bisa diintervensi, dicampuri oleh orang lain. Ingat, bahwa nantinya dalam pernikahan, hubungan suami-istri adalah hubungan yang paling dekat, tidak boleh dan tidak bisa dipengaruhi oleh orang lain, bahkan termasuk anak.

Hal-hal praktis yang harus dilakukan untuk mengatasinya:
1.      Bersyukurlah, sebab itu semua menyelamatkan anda dari pernikahan yang rusak nantinya. Seberapapun sakitnya hati kita, ingatlah bahwa Tuhan berdaulat atas hidup kita.
2.      Menguasai diri. Jangan sampai keadaan yang menguasai anda. Jangan membiarkan diri kita untuk terluka. Ingat, hidup anda adalah milik Tuhan. Jangan biarkan juga anda membenci dia. Jika anda membenci orag lain, maka anda hanya akan merusak karakter anda, bahkan ketika anda sudah bertemu dengan orang lain yang mau menikah dan mencintai anda dengan sungguh-sungguh. Jangan merasa gagal membangun hubungan, jangan menghukum diri.
3.      Temuilah seorang teman yang dewasa atau pembimbing rohani untuk bercerita dan mengatasi perasaan-perasaan yang tidak enak.
4.      Mulailah berdoa untuk mencari pasangan baru. Tutup masa lalu, jangan mengingat-ingat kenangan indah di masa lalu. Masa depan adalah kebahagiaan.
Maka bersyukurlah jika anda putus, karena Tuhan menyelamatkan anda dari pernikahan yang rusak, dari calon pasangan hidup yang tidak baik. Tetaplah bersyukur dan jangan berlarut-larut dalam luka.


(beside on Radio Immanuel)

APA YANG DILAKUKAN PADA MASA BERPACARAN?


Keinginan Allah dalam hubungan pria-wanita adalah pernikahan. Pernikahan adalah sesuatu yang sangat penting, memiliki satu tanggungjawab yang besar, yakni mengerjakan pekerjaan yang Allah siapkan sebagai makhluk ciptaan. (Kej 26-27). Berpacaran adalah masa mempersiapkan pernikahan. Pernikahan yang dimaksud adalah hubungan pria-wanita dalam keluarga yang berlangsung seumur hidup.  Berpacaran bukan hanya relasi untuk bersenang-senang saja. Dengan demikian, hal-hal yang dilakukan dalam berpacaran antara lain:
1.      Membangun pengenalan dan relasi yang lebih dalam agar semakin diyakinkan bahwa orang tersebut adalah tepat.
Hal yang perlu dikenali adalah hubungannya dengan Allah, dapat dilihat dari persekutuan dan relasi pribadinya dengan Allah (saat teduh, waktu doa, waktu PA, apakah dia mendengar suara Tuhan untuk setiap keputusan yang diambilnya, dll). Kemudian, sifat-sifatnya, wataknya, melihat bagaimana reaksinya dalam waktu menghadapi kesulitan dan tantangan, bagaimana penundukan dirinya terhadap otoritas, apakah dia baik dalam menata waktunya, apakah ia semakin bertumbuh ke arah Kristus, dll. Kemudian juga tata nilainya, keyakinan dasar yang dia miliki, misal pandangannya terhadap uang, harta, kesenangan, masa depan, apakah tata nilai tersebut dibangun berdasarkan FT, dll. Kemudian juga, kenali latar belakangnya, bagaimana keluarganya, bukan hanya tentang suku atau ras, tapi bagaimana tata nilai keluarganya. Kemudian pelayanannya, karena pernikahan adalah untuk melakukan pekerjaan Tuhan.
Cara membangun pengenalan adalah memiliki waktu berkomunikasi yang berkualitas, kesempatan melakukan kegiatan bersama, kegiatan sosial, saling menolong dalam studi. Untuk keluarga, hanya cukup untuk mengenal saja, bukan terlibat terlalu dalam di keluarganya.
2.      Meneguhkan keyakinan
Seiring dengan adanya pengenalan, diharapkan adanya keteguhan keyakinan yang lebih lagi.
3.      Persiapan untuk menikah
Biasanya dalam masa tunangan. Mengikuti bimbingan pernikahan secara sungguh-sungguh. Kemudian, memikirkan apa yang dilakukan setelah menikah, tugas apa yang kita emban setelah menikah, menyusun tata nilai, seperti anggaran keuangan, pola pendidikan anak, hubungan dengan keluarga besar, dll.
4.      Penyatuan apa yang dimiliki
Seperti untuk membeli rumah, mempersiapkan hari pernikahan, dan mengenal lebih dalam keluarga masing-masing.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam berpacaran:
1.      Hubungan fisik
2.      Posesif dan mengatur
3.      Eksklusif, mencabut hak pribadi
Menyatukan milik pribadi

(beside on Radio Immanuel)

ADAKAH CINTA SEJATI ITU?


Cinta sejati sangat penting dalam membangun pernikahan. Cintalah yang membangun pernikahan. Cinta sejati mengacu pada kehendak Tuhan, mengikatkan diri 2 orang untuk melakukan kehendak Tuhan. Ada 6 uji cinta:
1.       Ujian keinginan untuk merasakan sesuatu bersama, suka cita bersama, memikirkan kebahagiaan orang lain, saling berbagi. Cinta dalam pernikahan menginginkan pasangannya berbahagia.
2.       Kekuatan. Cinta membuat kita menjadi kuat, kreatif, dan kebahagiaan hidup dan berkarya dalam hidup. Bukan untuk konflik, dan hal-hal lain yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
3.       Penghargaan. Jika kita mencintai seseorang, kita akan menghargai dia secara utuh. Cinta sejati bangga kepada pasangannya secara utuh.
4.       Kebiasaan. Jika kita mencintai dengan sungguh-sungguh, kita menerima dan tahan terhadap seluruh kebiasaannya dengan tulus.
5.       Pertengkaran. Bagaimana solusi/penyelesaian dari pertengkaran tersebut, dengan baik dan bijakkah? Cinta sejati menghadapi pertengkaran itu dan menyelesaikan pertengkaran tersebut dengan baik dan bijak.
6.       Waktu. Perlu waktu yang cukup untuk melihat apa cinta itu adalah cinta yang sejati.
Cinta yang sedemikian, juga perlu diuji dengan kehendak Tuhan selain ujian dari keenam hal itu.
Seseorang yang baru saja tertarik, tidak dapat dikatakan bahwa itu cinta sejati karena perlu diuji dengan waktu. Uji awal, jika dia ditolak dan dia terluka, maka itu bukan cinta sejati karena cinta sejati juga untuk menyenangkan diri orang lain, bukan hanya diri kita sendiri.

(beside on Radio Immanuel)


LANGKAH MENDAPAT PASANGAN HIDUP


Dalam Kej 2:18-25, Allah melihat bahwa manusia perlu pasangan hidup supaya manusia punya teman yang sepadan untuk mengelola mandat Allah, yakni mengelola alam semesta. Tuhan tidak hanya melihat, tapi Tuhan juga menyediakan dan membawa Hawa kepada Adam dan Adam menerimanya sebagai karunia dari Tuhan. Adam dan Hawa bersatu dan menjadi satu daging.
Dalam Kej 24, kisah Abrahan mencarikan istri bagi anaknya, Ishak. Abraham membuat suatu kriteria untuk pasangan bagi Ishak. Dalam proses pencarian, hamba Abraham melakukan dengan hati-hati, ditunjukkan bahwa ia berdoa. Akhirnya, Tuhan menyediakannya.
Intinya, pasangan hidup itu berasal dari Allah, Allahlah yang memberi. Langkah awal mencari pasangan hidup adalah BERDOA. Kita berdoa meminta kepada Allah, supaya kita diberi pasangan hidup yang tepat. Jadi, yang mengikatkan kita kepada pasangan hidup adalah karena Allah adalah yang memberikannya. Bukan berdasarkan rasa tertarik atau perasaan saja.
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan/lakukan dalam mencari pasangan hidup:
1.      Bagian kita adalah menentukan waktu yang tepat untuk memulai hubungan serius dalam pasangan hidup. Waktu yang tepat dilihat dari kematangan hidup seseorang, dimana ia sudah bisa mengerti dan melakukan kehendak Tuhan, yang bisa mengendalikan emosinya, yang bisa bertanggungjawab atas setiap keputusannya, dan ada pertumbuhan, bisa menanggung ketidakenakan, terus menjadi dewasa dan makin menyelesaikan luka-luka dalam hidupnya. Selain itu, diperhatikan juga waktu kapan akan menikah. Pernikahan ideal pada usia 26-28 tahun. Saran, pada usia 22-23 tahun, sudah dapat dimulai hubungan tersebut, yang serius. Dengan catatan, sudah matang dalam kerohaniannya.

2.      Menetapkan kriteria yakni dengan berdoa secara tulus, pasangan hidup seperti apakah yang Tuhan inginkan bagi kita. Terus berdoa dan sambil berpikir, dan menuliskannya berdasarkan keadaan kita juga. Menentukan pula kehidupan dasar yang utama, yakni apakah dia punya persekutuan yang benar dengan Tuhan, apakah dia sudah melakukan kehendak Tuhan, bagaimana kematangan wataknya, apakah dia bertumbuh atau tidak, dan apakah dia punya kesediaan untuk melakukan kehendak Tuhan. Hal selain itu, bagaimana kehidupan sosialnya dan kesehatannya.


3.      Pintu masuk untuk memulai hubungan dengan orang lain, misalnya lewat rasa tertarik (bukan dari fisik, latar belakang keluarga, profesi, tapi tertarik pada kehidupannya), kecocokan kriteria, nasihat pembimbing.

4.      Lewat pintu masuk, mendoakan agar kita lebih mengenalnya, dengan cara bergaul dengan dia lewat persekutuan atau sebagainya.


5.      Jika sudah mantap, jika pria, datanglah kepada si wanita untuk mengajak berdoa. Dan jika wanita, berdoalah pada Tuhan supaya si pria datang dan mengajak berdoa untuk mencari kepastian apa bisa menjadi pasangan hidup.

6.      Setelah ketemu, maka ambillah waktu berdoa sendiri-sendiri untuk merenungkan dia dan meminta Tuhan memberi hikmat agar mengerti apakah dia yang dikehendaki Tuhan.

(radio Immanuel)



7.      Memastikan hubungan, apa hasil dari pergumulan. Jika iya, ambilllah komitmen untuk menikah. Jika tidak, maka perlu ada pengenalan dan pergaulan lagi. Dan jika tidak seterusnya, maka berhentilah, berarti dia bukanlah pasangan hidup yang Tuhan sediakan.

Selasa, 20 Januari 2015

TIPS UNTUK SNMPTN 2015


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 akan segera dimulai. Menurut website resmi dari dikti, dikti.go.id, kegiatan ini akan dimulai tanggal 22 Januari esok, yakni pengisian data dan verifikasi di PDSS. Sedangkan pendaftaran, akan dimulai tanggal 13 Februari sampai 15 Maret 2015. Ketentuan pemilihan PTN masih sama seperti tahun 2014 lalu, yakni siswa-siswi dapat memilih maksimal 3 program studi dari 2 PTN yang berbeda dan salah satu PTN yang dipilih harus berada di propinsi dimana siswa-siswi tersebut menyelesaikan jenjang pendidikan SMA.
SNMPTN ini melihat nilai raport, nilai UAN dan prestasi akademik siswa-siswi yang bersangkutan, akreditasi sekolah, jumlah alumni sekolah di PTN dan rekam jejak alumni sekolah di PTN tersebut. Rumit memang penilaiannya, namun saya sarankan tidak hanya bergantung dan berharap pada SNMPTN. Tapi juga berjaga-jaga, bersedia payung sebelum hujan, mempersiapkan diri juga untuk SBMPTN.
            Seturut dengan pengalaman saya di tahun lalu, saya tidak lolos SNMPTN, berikut analisis saya sendiri mengapa saya tidak sampai lolos SNMPTN 2014, padahal nilai saya cukup tinggi, dan saya selalu mendapat posisi 3 besar parallel di posisi jurusan IPA SMA saya, SMA saya juga termasuk SMA Unggulan di Kabupaten saya, check this out:
1.      Nilai raport saya cukup tinggi, tapi ada nilai-nilai tertentu yang sempat turun walaupun nilai-nilai lainnya ada juga yang naik baik secara drastis maupun tidak. Namun, nilai UAN saya anjlok, karena UAN 2014 berbeda sekali dengan UAN 2013, yang notabene lebih mudah. Sehingga nilai UAN yang sedemikian sama sekali tidak cocok dengan nilai yang tertera dalam raport saya.
2.      Berbekal nilai yang sedemikian dan prestasi yang ada, saya memilih salah satu jurusan favorit di PTN ternama di Indonesia dan di Jawa Timur pula. Namun, saya tidak menyadari bahwa PTN yang saya pilih adalah PTN dimana kakak kelas saya tidak ada yang menembusnya lewat jalur SNMPTN di tahun-tahun lalu, jurusan yang saya pilihpun asing, tidak ada alumni SMA saya sama sekali disitu.
Mungkin factor-faktor tersebut yang dapat saya sadari mengapa saya tidak lolos SNMPTN. Tapi bersyukur sekali, saya bisa lolos SBMPTN di jurusan yang sama favoritnya walaupun PTN nya berbeda, tidak jauh berbeda, sama-sama masih masuk urutas 5 besar PTN ternama di Indonesia juga sih J
Jadi, jangan hanya mengandalkan SNMPTN, tapi juga bersiaplah untuk SBMPTN. Saingan kalian di SNMPTN sangat banyak, meliputi seluruh siswa-siswi kelas XII. Sedangkan untuk SBMPTN, saingan kalian adalah teman-teman kelas XII yang sama dikurangi mereka yang lolos SNMPTN, ditambah kakak kelas 1 atau 2 tahun diatas kalian yang masih berjuang masuk dan mendapat jurusan pada tahun yang sama dengan kalian. Saingannya sama-sama berat, sama-sama sulit, tapi ada beberapa keuntungan dan kelebihannya masing-masing. Salah satunya adalah kalian yang lolos SNMPTN tidak usah tes lagi, kalian sudah mendapat perguruan tinggi, ketika teman-teman yang belum lolos mempersiapkan diri mereka untuk tes SBMPTN. Sebalikanya, kalian yang tidak lolos SNMPTN, kalian bisa lolos SBMPTN, menaklukan soal-soal yang sulit sdemikian dengan saingan yang jauh lebih menantang, yakni kakak kelas kalian yang juga ikut.
Sedemikian rupa juga, SNMPTN merupakan langkah awal kalian untuk melangkahkan diri ke PTN, jadi kalian juga harus mempersiapkannya dengan baik. Alangkah baiknya juga berhasil di langkah awal bukan? Tapi bagi nantinya yang tidak lolos, masih ada SBMPTN, jadi ya tetap berjaga-jaga saja.
Berikut juga tips untuk bisa lolos di SNMPTN:
1.      Lihat minat dan bakat dalam diri kalian, tentukan jurusan yang ingin kalian masuki demi meraih cita-cita kalian.
Sebaiknya jurusan yang kamu ambil masih dalam kompleksmu. Misalnya saat ini kamu di jurusan IPA, ambillah jurusan yang senada di wilayah IPA, misalnya Kedokteran, Teknik, atau Ilmu Murni IPA. Sarannya jangan lah kamu lintas jurusan, karena peluang untuk diterima di SNMPTN dengan lintas jurusan sangat kecil.
2.      Lihat nilai raport kalian, cukupkah untuk memasuki jurusan tersebut.
Misal nilaimu rendah, jangan juga kamu coba-coba ambil jurusan favorit di PTN favorit juga. Karena pasti kamu akan tergeer dengan pesaing lain yang nilainya jauh lebih tinggi.
3.      Jangan menutup mata, lihat peluang dan kemampuanmu juga
Mulailah browsing-browsing tentang keketatan jurusan di PTN yang awalnya kamu pilih. Ketika kamu rasa itu terlalu mudah, lanjut saja. Tapi ketika itu rasa sulit untuk kamu masuki, cobalah beralih ke jurusan yang sama di PTN lain yang peluangnya lebih besar untuk kamu masuki.
4.      Jangan menutup telinga, mulailah konsultasi
Jangan hanya terpaku pada kurungan jurusan yang kamu inginkan atau yang ortumu inginkan, coba mulailah konsultasi kepada orang-orang yang lebih berpengalaman, seperti gurumu, kakakmu, atau alumni sekolahmu yang sudah duduk atau bahkan lulus dari bangku kuliah. Sarannya bertanyalah pada alumni di 1 atau 2 tahun di atasmu, karena mungkin ketentuannya untuk SNMPTN dan SBMPTN juga belum terlalu berubah.
5.      Sedia paying sebelum hujan
Intinya berjaga-jagalah, maksimalkan nilai UANmu, belajarlah juga untuk persiapan SBMPTN, siapa tau belum rejeki kalian di SNMPTN.

Demikian yang dapat aku tulis di blog ini, semoga kalian bisa belajar dan memperoleh manfaatnya, entah dari pengalamanku tidak lolos di SNPTN atau dari tips-tips yang aku tulis. Bagi kalian yang membutuhkan konsultasi, bisa comment di bawah ini atau konsultasi lebih lanjut bisa menghubungi aku via pesan FB atau email.
FB : airin levina (www.facebook.com/MeyRienz)
Email : airinlevina@gmail.com
Free kok J
Selama aku bisa bantu untuk kasih saran, ya aku akan kasih
Semoga bermanfaat
gbu

PRINSIP DASAR MEMBANGUN RELASI DAN MENCARI PASANGAN HIDUP


Pasangan hidup adalah kesatuan suami-istri yang disatukan oleh Allah untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan. Masa berpacaran adalah masa kesiapan untuk menuju ke pernikahan.
Dalam kesatuan suami-istri, ada tatanan agar relasi menjadi indah. Tatanan pernikahan dalam Efesus 5:22-33 bagi pasangan suami istri:
1.      Seorang istri tunduk kepada suami, sebagaimana ia tunduk pada Tuhan (ayat 22)
2.      Suami harus mengasihi istri (ayat 25), sebagaimana Kristus mengasihi Jemaat, agar si istri hidup dalam kekudusan.
3.       Kesatuan suami-istri bersifat eksklusif, khusus, tidak ada pribadi lain yang lebih dekat, tidak ada orang lain yang boleh campur tangan dalam hubungan tersebut, kecuali ada suatu permasalahan. Hubungan terdekat terjadi antara suami dan istri, karena keduanya menjadi satu kesatuan.
Oleh karena itu, kita harus memilih pasangan hidup yang dapat memenuhi tatanan-tatanan tersebut dan  pasangan hidup berlangsung seumur hidup, oleh karena itu harus ada ikatan yang kuat dari pasangan hidup tersebut, bukan ikatan rapuh seperti berdasarkan kecocokan atau perasaan saja. Hal-hal penting yang dibutuhkan untuk membangun relasi:
1.      Kematangan hidup
Seorang yang matang hidupnya adalah orang yang memiliki nilai-nilai hidup yang tepat dan kuat berdasarkan Firman Tuhan. Seseorang yang matang hidupnya juga bisa menanggung ketidakenakan baik dalam hal fisik dan jiwa. Menikah tidak selalu enak, tapi kadang juga ada ketidakenakan yang harus dilalui. Orang yang matang juga adalah orang yang mementingkan orang lain dan bertanggungjawab atas kehidupannya. Hanya dengan kematangan hidup, pria dan wanita dapat membangun pernikahan yang benar, saling mengasihi dan menjadi satu pernikahan yang benar-benar eksklusif.

2.      Terus-menerus mengalami penyembuhan dari luka-luka batin masa lalu
Luka-luka tersebut berasal dari keluarga, hubungan yang baik atau tidakkah dari keluarga. Ada juga luka yang berasal dari teman atau lingkungan kita. Proses pernikahan bukan untuk menyembuhkan luka, tapi sebelum adanya proses pernikahan, luka-luka tersebut harus sudah sembuh.

3.      Orang yang terus bertumbuh secara teratur
Harus taat, mengalami relasi intim dengan Tuhan, sehingga orang tersebut dapat menjadi orang yang matang dan terus berproses dalam menyembuhkan luka-luka masa lalunya.

4.      Orang yang mendengar suara Tuhan
Dalam setiap keputusan yang diambil, harus berdasarkan kehendak Tuhan. Keputusan untuk memilih pasangan hidup terlebih lagi harus berdasarkan kehendak Tuhan, bukan berdasarkan emosi dan perasaan dari diri kita sendiri.

5.      Cinta yang sungguh
Ketertarikan terhadap pasangan secara utuh dan logis. Bukan hanya tertarik kepada fisiknya saja, tapi juga tertarik kepada masa lalu dan segala hal tentang dia. Logisnya, kita juga harus mengetahui mengapa kita dapat tertarik kepada dia. Cinta yang sunguh juga dilakukan untuk membahagiakan dia dan cinta yang sungguh adalah taat kepada kehendak Allah. Hanya dengan cinta sejati, pasangan hidup dapat menompang seluruh permasalahan dalam pernikahan yang ada.

PERTANYAAN dan JAWABAN:
1.      Bagaimana dapat mendengar suara Tuhan?
Bertanyalah pada Tuhan, mengerti dan mendengar suara Tuhan menurut prinsip Firman Tuhan, apakah sesuai atau tidak dengan prinsip Firman Tuhan. Perlu erat dengan persekutuan dalam Tuhan, suara Tuhan yang khusus baik dalam saat teduh ataupun kotbah, suara Roh Kudus dalam hati, dan nasihat dari orang lain.

2.      Bagaimana jika memiliki perasaan yang menggebu?
Perasaan ini bukan perasaan yang tertarik pada orang tersebut, karena cinta itu membebaskan dan memberi yang terbaik pada orang tersebut. Perasaan yang menggebu ini berasal dari luka mungkin, dan perasaan ini adalah perasaan yang egois, dan ketika menikah malah ini adalah ikatan yang rapuh.

3.      Adakah hubungan antara pemilihan pasangan hidup dengan tempramen?
Ada perlu. Tapi tidak hanya tempramen, tapi kepribadian yang perlu diperhatikan karena kepribadian dibentuk dari tempramen dan pengalaman hidup. Sehingga kembali lagi ke atas tadi, apakah kita bisa menerima latar belakang dan luka-luka lama dan seluruh hidupnya yang lama, apakah pasangan hidup tersebut sudah matang, dan sebagiannya.

4.      Bagaimana memperhatikan kematangan hidup?
Dapat diliat dari kerohaniannya juga. Karena kematangan hidup dapat menyelesaikan seluruh masalah dalam pernikahan nantinya.

5.      Bagaimana jika kita menempatkan prioritas karakter rohani sebagai yang utama?
Betul, karena karakter adalah yang dapat mengawetkan pernikahan.

6.      Bagaimana mengelola perasaan rindu? Apakah salah?
Tidak salah, tapi jika perasaan rindu itu dijadikan sebagai dasar yang utama barulah salah. Apakah logis rasa rindu tersebut? Mengelolanya adalah dengan bertanya pada dirinya, apa dasar dari kerinduan tersebut. Menceritakan rindu tersebut kepada rekan/pemimpin rohani juga bisa dilakukan.

7.      Bagaimana jika pacar kita berbeda daerah atau pulau? Bagaimana mengujinya?
Harus ada pertemuan dan benar-benar mengenal satu sama lain. Hati-hati dengan perasaan yang menggebu-gebu, karena perasaan yang demikian dapat meminimalisir logika.

8.      Bagaimana pandangan Firman Tuhan jika ada seseorang yang masa lalunya kelam, tidak mengenal Tuhan, tapi saya punya kerinduan untuk menerima dia dan mendekatkannya pada Tuhan?
Jangan sampai pernikahan digunakan untuk penyembuhan. Sebelum menikah, luka-luka tersebut harus sudah sembuh.

9.      Adakah selisih usia ideal bagi pria dan wanita?
3-4 tahun lebih tua pria. Karena secara psikologi, wanita lebih tua dari pria.

10.  Bagaimana jika dalam pernikahan istri yang menjadi dominan?

Dominan tidak masalah, selama si istri masih tunduk kepada suami

Ringkasan dari Radio Immanuel 

Minggu, 18 Januari 2015

APAKAH PASANGAN HIDUP ITU?


Pada Kejadian 2:15-25, Allah menciptakan Hawa sebagai penolong yang sepadan bagi Adam. Allah menyatukan pria dan wanita dalam pernikahan, wanita sebagai penolong laki-laki yang sepadan untuk menemani laki-laki mengerjakan pekerjaan yang Tuhan berikan.
Pernikahan dengan tujuan demikian memiliki konsekuensi, yaitu ada kesatuan antara pria dan wanita menjadi 1 daging. Kesatuan tersebut menyebabkan kesatuan yang lain putus, yakni kesatuan dengan orang tuanya. Pria/wanita meninggalkan orang tuanya dan bersatu dengan istri/suaminya menjadi satu kesatuan baik dalam social, ekonomi, jiwa, fisik, dan lebih-lebih rohani.
Dengan demikian, pasangan hidup adalah teman untuk hidup untuk melaksanakan panggilan Tuhan, selama seumur hidup. Pasangan hidup tidak bisa dipisahkan oleh manusia, karena sudah dipersatukan oleh Allah dalam pernikahan yang kudus.
1.      Hubungan pria dan wanita yang dikehendaki Allah yang melibatkan kesatuan hanya ada dalam pernikahan. Pasangan hidup adalah suami istri. Pacar bukan pasangan hidup, berpacaran adalah proses persiapan untuk menjadi kesatuan.
2.      Pasangan hidup diikat oleh kehendak Tuhan, bukan oleh kecintaan, bukan oleh kesamaan-kesamaan, dan bukan oleh ketertarikan. Untuk memulai proses tersebut, harus adalah persiapan dan pengetahuan akan kehendak Allah
3.      Ada kesetaraan / kesepadanan antara kesatuan tersebut. Tidak ada yang terpaksa dalam kesatuan tersebut.
4.      Pasangan hidup adalah kesatuan roh, jiwa, yakni penudukan diri terhadap Tuhan. Ada tata nilai yang sama. Ada kesatuan ekonomi dan social, tidak lagi bergantung pada orang tua. Ada kesatuan fisik, yakni seksual. Hubungan pacaran tidak boleh ada kesatuan, karena pacaran adalah persiapan. Jika dilakukan, akan menimbulkan banyak persoalan.
Pertanyaan dan jawaban:
1.      Apakah kita tidak boleh berpacaran?
Pacaran bukan hubungan kesatuan yang dikehendaki Allah. Berpacaran tidak ditemukan dalam Alkitab. Tetapi pacaran dimunculkan untuk persiapan untuk mengarah pada pernikahan. Mereka yang memulai berpacaran adalah mereka yang siap untuk menikah, hanya perlu waktu dan pengenalan yang lebih dalam. Oleh karena itu, pacaran bukan karena rasa senang, bukan putus-nyambung ketika sudah surut.
2.      Bagaimana mengetahui bahwa dia adalah pasangan hidup kita?
Nanti akan dibahas dalam bab selanjutnya. Jawaban secara umum adalah tanya kepada Tuhan, memahami kriteria, yang dasar adalah yang sudah lahir baru dan bertumbuh.
3.      Bagaimana prinsip sederhana tentang pasangan hidup yang harus dijelaskan pada siswa SMP? Apakah rasa cinta/suka tidak bisa dimasukkan dalam kriteria dalam mencari pasangan hidup? Bagaimana menyikapi jika rasa suka itu muncul sedemikian rupa?
Dijelaskan, bahwa pasangan hidup itu adalah saat pernikahan terjadi. Ditanyakan dulu kapan anak SMP itu mau menikah, jika lulus SMP mau menikah, ya disilahkan berpacaran sebagai proses persiapan untuk pernikahan. Apakah bisa mngerti suara Tuhan? Apakah sudah bisa bertanggungjawab?
Jika ada rasa suka itu adalah wajar saat SMP, karena itu adalah tanda-tanda kedewasaan, karena masa puber. Jangan sampai terjadi kesatuan yang terlalu awal. Ditunjukkan bahwa ketertarikan bisa ditunjukkan kepada siapa saja. Oleh karena itu, ketertarikan tidak bisa dipakai untuk menjadi indikator dalam mencari pasangan hidup/pacar pada saat demikian.
Pada saat kita sudah benar-benar siap, salah satu bisa dari rasa tertarik kepada orang yang tepat, tapi juga memperhatikan aspek-aspek kerohanian orang yang disuka tersebut dan itu bisa menjadi pintu masuk untuk bertanya pada Tuhan apakah orang tersebut adalah pasangan hidupnya.
4.      Tidak boleh tertarik secara tiba-tiba. Jika tertarik secara tiba-tiba, selidikilah apa yang membuat Anda tertarik dan mempergumulkan itu dengan Allah. Rasa tertarik itu manusiawi dan harus diuji dengan waktu, mencari data tentang dia yang disuka, apakah memenuhi kriteria-kriteria yang Allah mau tersebut. Menahan diri.
5.      Pasangan hidup, harus setara. Tidak boleh meminta-minta dalam mencari pasangan hidup. Harus melihat apa kata Tuhan dulu. Jangan liat perasaan, perasaan itu bisa membutakan.
6.      Perlu pertobatan bagi mereka yang berpacaran tapi ada kesatuan. Ada banyak hal-hal yang harus diselesaikan.
7.      Kesatuan Roh yang dimaksud adalah penumpangan tangan, disatukan dalam Tuhan, diberkati. Kesatuan Roh ketika Allah menyatukan dalam kesatuan.
8.      Kesungguhan cinta ditunjukkan lewat penundaan kesatuan, sebelum pernikahan. Satu pasangan atau calon pasangan tidak boleh meminta-minta karena tidak berharga. Boleh saling tolong menolong, tapi masih milik sendiri-sendiri. Kesatuan tubuh juga hanya boleh dilakukan saat pernikahan. Tubuh adalah kesucian, bait Roh.
9.      Usia ideal menikah 28 thn untuk pria dan 26 thn untuk wanita. Faktor-faktor lain seperti ekonomi juga harus dipertimbangan untuk kebaikan dan kelangsungan pernikahan.
10.  Melibatkan dalam keluarga satu sama lain, tidak boleh terlalu jauh. Hanya agar keluarga sama-sama mengetahui.


Rasa suka bukanlah pondasi dasar untuk membangun hubungan.

Demikian ringkasan yang saya dapat saat mendengarkan rekaman dari Radio Immanuel dalam suatu program tertentu, yang membahas tentang pasangan hidup. Setidaknya ada 7 sesi dalam pembahasan hal ini. Ini adalah sesi pertama. Untuk sesi-sesi berikutnya, juga akan saya publish di blog ini seiring dengan berjalannya waktu :)