Sabtu, 18 Juli 2015

TUGAS MATKUL DASAR EPIDEMIOLOGI : ANALISIS METODE PENELITIAN EXPERIMENT QUASI

PENGARUH KONSELING GIZI DAN SUPLEMENTASI GIZI MIKRO DUA KALI SEMINGGU TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DAN ASUPAN MAKANAN IBU HAMIL

Hapzah*1,2, Veni Hadju2,3, Saifuddin Sirajuddin2,3
*E-mail : hapzah@yahoo.co.id
1Stikes Bina Bangsa Majene Sulawesi Barat
2Konsentrasi Gizi,Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar
3Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian                  : Experiment Quasi (semu)
Lokasi Penelitian              : Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan
  Wilayah kerja Puskesmas Barandasi dan Puskesmas Mandai.
Desain Penelitian             : Non randomisasi
Pengambilan Sampel         : Purposive sampling dengan kriteria :
-          Ibu hamil Trimester II (13 – 24 minggu) kehamilan
-          Paritas < 3
-          Tinggi Badan >140
-          LILA > 21 cm
-          Kadar Hb > 8 g/dl
-          tidak mengalami perdarahan kronis
-          memiliki kemauan untuk mengikuti prosedur sampai selesai.
       Subjek Penelitian                 : sebanyak 60 orang, yaitu masing-masing 30 orang pada kelompok  perlakuan dan 30 orang pada kelompok kontrol.
Variabel Penelitian               : Variabel dependen / Kelompok perlakuan : wilayah kerja Puskesmas Barandasi
Variabel independen / Kelompok kontrol : wilayah kerja Puskesmas Mandai.

PELAKSANAAN INTERVENSI
1.      Ibu hamil pada kelompok perlakuan menerima konseling gizi sebulan sekali bersama dengan suplemen gizi mikro dua kali per minggu.
2.      Ibu hamil pada kelompok control hanya menerima suplemen gizi mikro dua kali per minggu.
3.      Konseling dilakukan di rumah setiap ibu hamil, yang kadang dihadiri olrh keluarga terdekat. Konseling diberikan oleh petugas terlatih / ahli gizi dengan memberikan petunjuk terkait makanan bergizi dari sumber makanan yang dapat diperoleh dengan mudah di sekitarnya
4.      Suplemen gizi mikro dibuat khusus terdiri dari zat besi dan folat, yang selama ini digunakan dalam program dan ditambahkan dengan 50 mg vitamin C dan 1800 RE vitamin A.
5.      Setiap ibu hamil memperoleh 8 kapsul setiap bulan dan dianjurkan mengonsumsi dua kali setiap minggu.
6.      Petugas lapangan mengontrol jumlah kapsul yang dikonsumsi setiap dua minggu.
7.      Intervensi dilakukan selama 12 minggu.

HASIL PENELITIAN
Setelah dilakukan intervensi selama 12 minggu, menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin pada kedua kelompok. Peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan lebih bermakna, yakni sebesar 0,35 g/dL. Sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan kadr hemoglobin 0.053 g/dL.
       Selain itu, terdapat peningkatan konsumsi makan dari kedua kelompok berbeda. Peningkatan konsumsi makan tersebut terkait dengan angka kecukupan gizi dan energi. Pada kelompok perlakuan, dari bulan 1, 2, 3 secara berurutan memiliki persentasi 102% AKG, 97% AKG, 126% AKG. Dibandingakan dengan kelompok kontrol, yaitu 80,6% AKG, 85% AKG, dan 94,6% AKG.
       Dari data di atas, konseling gizi telah membantu ibu hamil pada kelompok perlakuan untuk meningkatkan asupan makan hingga memiliki asupan makan yang lebih besar dari kelompok kontrol. Hal ini akan berdampak pada pertambahan berat badan ibu hamil selama tiga bulan intervensi. Pertambahan berat badan pada kelompok perlakuan yaitu 4,82 kg selama 3 bulan sedangkan pada kelompok kontrol 4,68 kg.

KAITAN BIOETIKA, NORMA, BUDAYA, DAN AGAMA


Bioetika didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan untuk mempertahankan hidup dan terpusat pada penggunaan ilmu-ilmu biologi untuk memperbaiki mutu kehidupan. Kehidupan sendiri mencakup pada norma (nilai hidup), budaya, dan agama. Bioetika merupakan jembatan antara ilmu pengetahuan dan etika kemanusiaan, dimana etika kemanusiaan bersumber dari norma, budaya, dan agama di tiap-tiap masyarakat.
            Dengan demikian, bioetika sangat terkait dengan norma, budaya, dan agama di masyarakat. Norma, budaya, dan agama tersebut merupakan sumber, yang menilai etis tidaknya suatu tindakan penelitian yang akan dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan untuk memperbaiki mutu kehidupan. Norma, budaya, dan agama menjadi saringan dan pedoman yang mengatur dan membatasi kegiatan penelitian ilmiah di segala cabang ilmu, baik kedokteran, gizi, pertanian, ekologi, rekayasa genetika, dan lain-lain.
            Studi kasus I : mengenai “Euthanasia“.
Euthanasia didefinisikan sebagai tindakan pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit seminimal mungkin daripada manusia atau hewan tersebut tersiksa, mengalami kesakitan, akibat penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Tindakan Eutanasia masih pro-kontra di berbagai belahan dunia. Ada beberapa negara yang melegalkan tindakan medis ini, ada juga yang tidak melegalkan tindakan ini. Di negara Indonesia, tindakan ini adalah tindakan yang illegal yang melawan hukum. Namun, faktanya tindakan ini masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Di satu sisi, tindakan euthanasia merupakan tindakan yang meringankan penderitaan pasien, karena pasien sudah terlalu lama menderita penyakit dan menjalani pengobatan tapi tidak kunjung sembuh. Belas kasihan juga muncul kepada keluarga pasien yang sudah mengeluarkan banyak biaya pengobatan. Namun di lain sisi, ditinjau dari sisi norma, budaya, dan agama, hal ini tidak benar untuk dilakukan. Kematian bersifat sakral, hanya Tuhan yang mengatur kematian. Tindakan euthanasia dianggap sebagai tindakan pembunuhan. Manusia tidak berhak untuk mencabut atau menghilangkan nyawa manusia lain.
Studi kasus II : mengenai “kloning”.
Kloning adalah salah satu kegiatan ilmiah menciptakan makhluk hidup, yang dilakukan dengan mengambil DNA makhluk hidup sebagai bahan untuk membuat klonnya. Seperti tujuan bioetik, tindakan kloning ini bertujuan untuk memperbaiki mutu kehidupan. Klon yang terbentuk memiliki sifat-sifat asli seperti yang dimiliki oleh pemilik DNA. Dengan adanya klon ini, diharapkan dapat menolong si pemilik DNA ketika dia jatuh sakit. Misalnya ketika si pemilik DNA memerlukan transplantasi organ, maka organ dari klonnya dapat diambil untuk ditransplantasikan kepadanya. Dengan demikian, maka kelangsungan hidup si pemilik DNA akan terjamin. Sejauh ini, klon masih diperbolehkan dilakukan pada hewan. Klon tidak boleh dilakukan pada manusia, karena menimbang dari sisi norma, budaya, dan agama, hidup matinya seseorang hanya ada di tangan Tuhan. Manusia tidak berhak mencabut, mengurangi, maupun menambah umur manusia lain. Hanya Tuhan saja yang berhak melakukannya.
Demikian beberapa contoh tindakan pengembangan keilmuan. Memang baik mengembangkan dan memajukan keilmuan guna memperbaiki mutu kehidupan. Namun, alangkah baiknya pula jika tindakan tersebut dibatasi dan diimbangi dengan nilai norma, budaya, dan agama. Penelitian boleh dilakukan selama itu menghargai hak-hak hidup dari makhluk ciptaan Tuhan dan benar jika ditinjau dari nilai norma, budaya, dan agama. Excellent with morality.

Minggu, 10 Mei 2015

DEFISIENSI / KEKURANGAN MAGNESIUM

2.1          
Kekurangan magnesium pada orang sehat yang mengonsumsi diet seimbang cukup langka karena magnesium berlimpah baik di tumbuhan maupun padahewan dan karena ginjal dapat membatasi ekskresi magnesium bila asupan rendah. Kondisi berikut meningkatkan risiko kekurangan magnesium:
Gangguan pencernaan : diare berkepanjangan, penyakit Crohn, sindrommalabsorpsi, penyakit celiac, operasi pengangkatan sebagian dari usus, danradang usus karena radiasi dapat menyebabkan semua magnesium deplesi.
Gangguan ginjal : diabetes mellitus dan penggunaan jangka panjang diuretiktertentu dapat mengakibatkan meningkatnya kehilangan urin dari magnesium.
Alkoholisme kronis : asupan makanan yang buruk, masalah pencernaan,dan peningkatan kehilangan urin magnesium, semua dapat ber-kontribusi untuk penipisan magnesium yang sering ditemui pada pecandu alkohol.
Umur : Beberapa studi telah menemukan bahwa orang tua memiliki asupan makanan yang relatif rendah magnesium.Penyerapan magnesium usus cenderungmenurun dengan usia dan ekskresi magnesium kemih cenderung meningkat dengan usia.Dengan demikian,asupan magnesium diet suboptimal dapat meningkatkan risiko penipisan magnesium pada orang tua,sedangkan terlalu banyak magnesium dari makanan tidak menimbulkan risiko kesehatan pada orang sehat karena ginjal menghilangkan jumlah kelebihan dalam urin. Namun dosis tinggi magnesium dari suplemen makanan atau obat-obatan sering mengakibatkan diare yang dapat disertai mual dan perut kram. Bentuk magnesium yang paling sering dilaporkan menyebabkan diare yaitu magnesium karbonat, klorida, glukonat,dan oksida. Diare dan pencahar efek darigaram magnesium disebabkan oleh aktivitas osmotik garam diserap di usus, usus besar dan stimulasi motilitas lambung.Tanda dan gejala hipomagnesemia. Gejala hipomagnesemia dapat berkembang ketika tingkat serum magnesium (Mg) jatuh di bawah 1,2 mg /dL.
Defisiensi Magnesium meningkatkan kematian pasien dengan infark miokard akut dan congestive gagal jantung.

Deplesi Mg mempercepat aterogenesis dengan meningkatkan kolesteroltotal dan trigliserida dan dengan mengurangi kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi. Hipomagnesemia juga meningkat kecenderungan hipertensi dan mengganggu pelepasan insulin, yang mendukung aterogenesis. Rendahnya tingkat Mg mengganggu pelepasan hormon paratiroid (PTH), memblokir aksi PTH pada tulang, dan menurunkan aktivitas dari ginjal 1-α-hidroksilase, yang mengubah 25-hidroksi-vitamin D3 menjadi 1,25-dihidroksi-vitamin D3, yang semuanya berkontribusi untuk hipokalsemia. Mg merupakan kofaktor terpisahkan dalam kegiatan trifosfatase natrium-potas-potasium adenosin selular, dan kekurangan Mg merusak transportasi intraselular K dan memberikan kontribusi untuk ginjal membuang K, menyebabkan hipokalemia.


FUNGSI MAGNESIUM BAGI TUBUH

2.1          
Salah satu fungsi magnesium yang paling kritis adalah produksi energi. Sel tubuh membutuhkan magnesium untuk mengaktifkan ATP (adenosine triphosphate), yang merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh. Selain produksi energi, magnesium secara langsung untuk enzim pemecah glukosa (gula darah) sebagai berikut :
·           Sebagai kofaktor enzim dari sekitar 300 reaksi metabolisme. Utamanya, sebagai kofator dari enzim-enzim yang melibatkan transfer gugus fosfat dari ATP, contohnya:
·           Enzim heksokinase (pada reaksi glikolisis)
·           Enzim fosfofruktokinase (pada reaksi glukoneogenesis)
·           Enzim enolase
·           Enzim glukosa-6-P-dehidrogenase
·           Enzim thiokinase
·           Enzim piruvat karboksilase (pada reaksi glukoneogenesis)
·           Enzim glukose-6-fosfoglukonat dehidrogenase (metabolisme asam glukonat)

Magnesium bersama dengan natrium, kalium, dan kalsium mengontrol kerja kotraksi syaraf otot. Magnesium mengatur eksitabilitas dari jantung, sehingga juga berperan dalam mengontrol tekanan darah. 50-60% magnesium tersimpan dalam tulang, sehingga magnesium merupakan unsur penyusun tulang.

SIFAT FISIK dan KIMIA MAGNESIUM

Magnesium adalah unsur ke delapan yang paling melimpah di kerak bumi. Magnesium merupakan mineral esensial yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh makhluk hidup untuk proses fisiologis (mineral makro). Magnesium adalah mineral utama yang perlu dikonsumsi lebih dari 100 miligram per hari.
Sekitar 60 sampai 65 persen dari semua magnesium bertempat di tulang dan gigi. Sedangkan untuk sisanya 35 sampai 40 persen ditemukan di seluruh tubuh, termasuk otot, sel-sel jaringan, dan cairan tubuh. Suplemen magnesium dapat mengurangi gejala nyeri sindrom pramenstruasi (painful symptoms of premenstrual syndrome (PMS) pada wanita. Peran Magnesium dalam tumbuhan sama dengan peran zat besi dalam ikatan hemoglobin didalam darah manusia yaitu untuk pernafasan. Konsentrasi magnesium rata-rata di dalam plasma sebanyak 0,75-1,0 mmol/L (1,5-1,2 mEq/L). Berikut merupakan beberapa  sifat fisik dan kimia magnesium yaitu:
·         Berwarna putih keperakan
·         Ringan
·         Kusam bila terdedah pada udara
·         Bereaksi dengan air, membentuk basa
·         Bereaksi dengan asam, membentuk garam
·         Dalam tubuh berbentuk sebagai kation, Mg2+
·         Jika dibakar, magnesium menghasilkan nyala api warna putih
·         Di dalam tumbuhan, klorofil merupakan senyawa porifrin yang berpusat pada magnesium, sehingga tumbuhan hijau merupaka salah satu sumber magnesium.
·         Kandungan magnesium rendah dalam makanan kaleng karena pemrosesan.

·         Ion magnesium juga terdapat dalam air, namun kandunganya berbeda-beda.



MINERAL MAKRO - MAGNESIUM - pendahuluan

Mineral ialah komponen anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak besar untuk membantu melangsungkan beberapa fungsi dalam tubuh. Unsur mineral dalam tubuh hanya sekitar 3-4% dari keseluruhan berat badan. Tubuh membutuhkan beberapa jenis mineral dalam jumlah yang berbeda. Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh, mineral dibagi menjadi mineral makro dan mikro. Mineral makro ialah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah >100 mg per hari, sedangkan mineral mikro ialah mineral yang dibutuhkan dalam jumlah <100 mg per hari. Asupan mineral yang dibutuhkan manusia tergantung dari umur, jenis kelamin, keadaan fisiologis (seperti hamil), dan status kesehatan.
Salah satu jenis mineral makro adalah magnesium. Magnesium berperan sebagai kofaktor dalam banyak reaksi enzimatis. Selain itu, magnesium juga mempunyai banyak fungsi lain, di antaranya mengatur keseimbangan tekanan darah, menjaga keseimbangan asam-basa, dll.

Minggu, 03 Mei 2015

INDAHNYA BERBAGI

     Kota besar tak selalu menjamin keadaan masyarakatnya untuk hidup sejahtera dan makmur. Justru sebaliknya, kota besar menyimpan berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Kesenjangan sosial, banyak gedung menjulang tinggi, berbagai mall dan pusat perbelanjaan, perumahan mewah dengan pagar kokoh dan tinggi, dan di sisi lain, di temui permukiman kumuh di sepanjang daerah aliran sungai, pasar tradisional, dan orang-orang tua yang berjualan di dekat lampu merah Miris rasanya, ketika menjumpai di suatu perumahan mewah, terdapat bapak tua yang berjualan bengkoang dengan menggelar tikar kecil di pinggir jalan daerah perumahan mewah tersebut.
     Surabaya, tempat tinggalku kini, juga memiliki keadaan demikian. Miris sekali, ketika melihat deretan perumahan mewah dan mall besar di dekat kampusku, padahal di dekat situ juga terdapat pemukiman yang benar-benar padat, terdapat gang-gang kecil yang tidak dapat dimasuki mobil. Di lampu-lampu merah jalanan besar, yang macet akibat banyaknya kendaraan roda empat dan dua, terdapat anak kecil atau bahkan orang tua yang berjualan koran. Di daerah plaza terbesar, yang termasuk daerah elit pula, hari Jumat kemarin, kutemui ibu tua mendorong gerobak dengan jualan es dawet dan cendol. Waaa, it's so really terrible yaa...
     Tapi, paragraf diatas hanyalah penghantar dari ceritaku hari ini..
Share yaa..
Today is Sunday.. So, I woke up at 5 a.m and i prepared myself to go to church..
Singkat cerita, setelah pulang gereja, ke Perkantas, untuk menghadiri closing Bulan PI, sekalian i was a singer there.. Ternyata, konsumsinya lebih banyak.. aku bawa pulang 2 bungkus..
After that, i was on the way, i went to my boarding house, i was thinking, buat sapa ya nasi 1 kotak ini. Buat mbak2 kost, tapi cuma dikit, gk adil. Dan di sepanjang perjalanan itu, banyak orang yang kulihat bisa sebagai sasaran untuk memberikan nasi..
Di daerah terminal bratang, aku lihat ada bapak tua yang mengayuh becaknya
Di daerah Manyar, aku lihat ada bapak separuh baya yang mengayuh becak berisi sampah
Di daerah Kertajaya, ada ibu separuh baya yang berusaha menyebrang di tengah padatnya kendaraan
Di daaerah perempatan Menur, aku lihat bapak tua berjualan koran dengan duduk memegang kepalanya
First time, i didn't see him as a great sasaran ya, karena aku pingin kasih itu ke anak kecil yang biasa jual koran di perempatan Dharmawangsa deket Kampus A Unair, aku pingin kasih itu ke anak kecil sambil bilang "Dimakan ya dek, belajar yang rajin, biar kamu suatu saat bisa berbagi sama orang lain juga", tapi waktu lewat daerah situ, i didn't find him..
Jadi aku muter, sebenernya udah lewat daerah kost, tapi aku terusin, siapa tau di daerah Perumahan Dharmahusada ada bapak-bapak tua yang jual bengkoang sama talas itu, tapi i didn't find him too..
Finally, aku balik lagi ke perempatan Menur.. Aku puter balik, parkir sepeda motor, ambil keresek di jok dan kasihin ke bapak tuanya.. Saat aku deketin, o my God, pantesan bapaknya hanya duduk, nggak berdiri, karena kakinya berbeda dengan kaki pada normalnya.. i just said : "Pak, ini dimakan ya sebelum matahari tenggelam. Trimakasih", then i moved on with large smile in my face.. 
Cepet2 aku naiki sepeda motor lagi dan pulang, karena jalan begitu padat n ramai..

I just give thanks to God because of Him, I can help other people. I can share and enjoy how beautiful it was.. barusan aja, aku share itu ke my beloved friend pas SMA, dia kuliah di jurusan Pend.Biologi dan jawabannya : "Makanya Rin, kita harus jadi orang sukses, biar bisa membantu dan berbagi ke orang lain yang membutuhkan".
It was a good moment gitu yaa..
Begitu indahnya gitu ketika kita berbagi..
aku sadar sih, itu bukan dari uangku, tapi aku brsyukur, berkat Tuhan itu ada dan harus dibagikan..

Target berbagi selanjutnya, entah kapan, aku pngin berbagi sm anak kecil di perempatan Dharmawangsa itu..
Mendoakan untuk semua itu deh.. :)
Akhir kata, that's all my story
and i'm very gratefull :D


Rabu, 08 April 2015

TUGAS BIOKIMIA - ARTIKEL ILMIAH - Pengaruh Diet Protein, Lemak, dan Vitamin B dalam Upaya Penyembuhan Penyakit Menorrhagia

Pengaruh Diet Protein, Lemak, dan Vitamin B dalam Upaya Penyembuhan Penyakit Menorrhagia
Oleh :
Airin Levina (101411231038), Dessy Nur Fadzila (101411231039), Alifatuz Zahrah (101411231041), Mulki Auly Poetry (101411231042), Devi Puspasari (101411231043), Diana Rizqi Fauziyah (101411231044)
Program Studi S1 Ilmu Gizi
Universitas Airlangga Surabaya
Tahun Akademik 2014/2015

Topik:
Gangguan menstruasi yang disebabkan kurang teratur dalam konsumsi makanan sehingga berpengaruh kepada keseimbangan hormon
Rumusan masalah:
Bagaimana pengaruh nutrisi terhadap keseimbangan hormon sebagai terapi pada penderita menorrhagia yang merupakan salah satu gangguan menstruasi?

Menorrhagia adalah salah satu kondisi medis saat periode menstruasi pada wanita usia produktif dengan pendarahan yang abnormal berupa menstruasi yang berat atau berkepanjangan. Meskipun pendarahan berat saat menstruasi sering terjadi pada wanita yang premenopause, hal tersebut belum bisa dikatakan sebagai menorrhagia[1]. Hasil penelitian membuktikan bahwa menorrhagia terjadi jika darah yang dikeluarkan lebih dari 80 ml per periode menstruasi[2]. Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml[3].
Menorrhagia disebabkan oleh kekurangan hormon progesteron. Progesteron merupakan suatu prekursor dari semua produksi hormon steroid yang disekresikan di ovarium[4]. Hormon progesteron disintesis di jaringan perifer dengan substrat LDL (Low Density Lipoprotein). Proses sintesis tersebut dipengaruhi oleh enzim-enzim yang berbahan flavoprotein, NADPH, dan oksigen, sedangkan aktivitas pembelahan LDL dipengaruhi oleh rangsangan tropik utama, yaitu ACTH, LH, FSH, dan CG.
Setelah diproduksi, hormon tersebut ditransportasikan dengan cara berikatan dengan protein plasma, baik secara spesifik, maupun secara non-spesifik. Secara spesifik, hormon progesteron diikat oleh protein plasma CBG (Corticosteroid Binding Globulin). Selain mengikat hormon progesteron, CBG juga dapat mengikat hormon kortisol. Secara non-spesifik, hormon progresteron diikat oleh albumin.
Proses penyintesisan hormon progesteron ataupun proses transportasi menuju jaringan target yang terganggu menyebabkan hormon progesteron tidak mencapai jaringan target, sehingga tidak terjadi respon yang sesuai, yakni menyebabkan gangguan menstruasi berupa menorrhagia. Proses transportasi yang terhambat tersebut karena kekurangan albumin dan globulin yang merupakan protein transporter[5].
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengobati menorrhagia adalah dengan terapi makanan. Proses-proses sintesis dan transportasi dari hormon progesteron bergantung pada berbagai zat. LDL sebagai bahan utama pembentukan hormon progesteron dibentuk dengan sumber zat gizi berupa lemak dan protein. Enzim-enzim dari reaksi tersebut, misalnya flavoenzim terbentuk dari vitamin B2 (Ribovlavin) dan NADPH terbentuk dari vitamin B3 (Niacin). Selain itu, terapi pengobatan menorrhagia dapat menggunakan prostaglandin inhibitors (nonsteroidal anti-inflammatory medications (NSAIDs), seperti aspirin dan ibuprofen untuk mengurangi aliran darah[6].
 .


Daftar Pustaka

1.      Staff, MC. 2014. Menorrhagia (heavy menstrual bleeding). http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menorrhagia/basics/definition/con-20021959. Diakses pada 8 April 2015

2.      Willacy, H. 2014. Menorrhagia. http://www.patient.co.uk/doctor/menorrhagia. Diakses pada 8 April 2015

3.      Roza D.  Menstruasi. Medan:Universitas Sumatra Utara; 2011. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/27264/Chapter%20II.pdf;jsessionid=3E5DFA7467AA446184208FEA54DADDD5?sequence=4. Diakses pada 8 April 2015

4.      Robert KM., Daryl KG., Victor WR. Harper’s Illustrated Biochemistry: Biokimia Harper. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2009 h. 459-476

5.      Anwar R. Biosintesis, Sekresi dan Mekanisme Kerja Hormon. Jurnal. Bandung: Fakultas Kedokteran Unpad; 2005 h. 5-26

6.      Andriani, N. 2012. Menorrhagia. https://www.scribd.com/doc/72153019. Diakses pada 8 April 2015