Selasa, 08 Januari 2013

TRADISI UNIK PERAYAAN TAHUN BARU



                365 hari di tahun 2012 telah kita lewati semuanya, dengan suka duka, tawa tangis, jatuh bangun, dan sebagiannya. Sampailah kini kita di tahun 2013, tahun yang baru, dengan segala harapan dan target-target baru pula. Buku tahun 2012 telah habis, terisi oleh setiap kenangan-kenangan yang kita lewati. Kini saatnya mengisi buku baru yakni 2013 dengan segala kegiatan-kegiatan yang positif tentunya. Dalam menyambut tahun baru 2013, ada banyak hal yang manusia di seluruh dunia ini lakukan, kalau tradisi pesta kembang api sihhh sudah sangat biasa. Tapi banyak hal-hal unik pula yang dilakukan orang-orang di belahan bumi ini untuk menyambut dan merayakan tahun baru, diantaranya:

1.      Perayaan tahun baru di Denmark
Di malam tahun baru, masyarakat di Denmark melaksanakan tradisi pecah piring ini, Dimana setiap keluarga saling melemparkan piring ke depan pintu rumah tetangganya, begitu pula sebaliknya. Tradisi ini sudah berjalan sangat lama dan anehnya, mungkin karena sudah terbiasa, mereka tidak saling memarahi satu sama lain, malahan mereka menikmati tradisi saling lempar piring itu. Mereka percaya, bahwa memecahkan piring adalah sebagai pembuang hal-hal buruk dan bertujuan untuk mendapatkan keberuntungan. Bagi keluarga yang paling banyak memecahkan piring, merekalah yang paling dipercaya mendapat banyak keberuntungan.
Selain tradisi tersebut, pada malam tahun baru, anak-anak juga akan berdiri diatas kursi, dan kemudian melompat bersama-sama saat pergantian tahun. Mereka percaya, bahwa mereka akan lompat ke tahun yang baru, mereka akan menginjak dan menghilangkan iblis atau kesialan, sehingga di tahun baru mereka meraih kebahagiaan.

2.      Tradisi bola api
Setiap tanggal 31 Desember, pada petang hari, jalanan kota Skotlandia di penuhi oleh bola-bola api yang dipegang oleh banyak pria dewasa yang berparade mengelilingi kota. Ya, mereka menyebut ini sebagai “Festival of Hogmanay”.  Festival ini adalah tradisi turun-temurun yang diselenggarakan setiap tahunnya dan tradisi ini sudah dilaksanakan sejak bangsa Viking menguasai Skandinavia. Rakyat Skotlandia mempercayai bahwa bola-bola api ini adalah lambang pemurnian dan pengharapan agar matahari muncul kembali guna menghapuskan musim dingin.

3.      Pembakaran orang-orangan sawah
Di Ekuador, perayaan tahun baru dilakukan dengan membakar orang-orangan sawah, Diana orang-orangan sawah ini terbuat dari bilah-bilah kayu dan kertas koran. Pembakaran orang-orangan sawah tepat dilakukan tepat tengah malam, yakni pukul 00.00, saat pergantian tahun baru dan dilakukan oleh orang-orang di halaman depan rumahnya masing-masing. Mereka percaya bahwa orang-orangan sawah adalah lambang sial, sehingga mereka membakar seluruh kesialan itu dan berharap bahwa di tahun yang baru tidak ada lagi kesialan dan yang hanya adalah kebahagiaan dan keberuntungan.

4.      Berpakaian dalam warna-warni
Warna-warni bukan hanya dimiliki pelangi, masyarakat Amerika Latin, khususnya di negara Bolivia dan Brazil, mengenakan pakaian dalam berwarna-warni saat menyambut datangnya tahun baru, mereka tidak enggan memakai pakaian dalam yang berwarna-warni tersebut walaupun warnanya mencolok. Warna yang paling sering mereka gunakan adalah warna merah dan kuning. Bagi mereka, memakai pakaian dalam yang berwarna-warni akan membawa mereka kepada nasib baik di sepanjang tahun berikutnya. Warna merah melambangkan kehidupan cinta yang baik, dimana akan ada banyak orang yang mencintai mereka. Sedangkan warna kuning akan membawa mereka kepada kemakmuran.

5.      Memakan 12 anggur secara cepat
Pada malam pergantian tahun, tepatnya pada tengah malam di detik-detik pergantian tahun, masyarakat Spanyol, masing-masing orang telah mempersiapkan 12 buah anggurnya masing-masing dan kemudian memakannya secara cepat. Setiap anggur melambangan keberuntungan di masing-masing bulan di tahun yang akan datang. Perayaan tahun baru di Filipina pun kurang lebih sama dengan cara perayaan di Spanyol, yakni dengan memakan 12 buah anggur secara cepat juga, hanya saja, pakaian yang digunakan warga Filipina adalah pakaian dengan motif polkadot dengan berbagai macam asesoris yang bermotif polkadot juga.

6.      Makan tujuh kali dari porsi normal
Pada malam pergantian tahun baru, di Estonia ada tradisi ini, dimana pria-pria akan mencoba makan tujuh kali dari porsi normal. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa ada makanan yang melimpah di tahun yang akan datang. Pria yang kuat untuk memakan makanan yang tujuh kali porsinya lebih banyak daripada porsi normal, dipercaya akan memiliki kekuatan, kekayaan, dan keberuntungan yang tujuh kali lipat pula dari kekuatan, kekayaan, dan keberuntungannya yang semula.

7.      Tentukan kehidupan di tahun depan dengan baskom air
Di Finlandia, setiap malam pergantian tahun, tiap keluarga akan menyediakan sebuah baskom berisi air, dimana setiap anggota keluarganya akan melelehkan timah di baskom yang berisi air tersebut. Bentuk timah yang leleh itulah nantinya yang akan menentukan apa yang terjadi di kehidupan mereka di tahun yang akan datang. Bentuk kapal berarti mereka akan menempuh perjalanan, bentuk cincin berarti mereka akan menikah, dan bentuk babi berarti mereka akan berkelimpahkan makanan dan keberuntungan.

8.      Pukul lonceng sebanyak 108 kali
Masyarakat Jepang percaya bahwa barangsiapa yang berhasil memukul lonceng sebanyak 108 kali akan membawa keberuntungan. Hanya saja, pemukulan lonceng sebanyak 108 kali tersebut harus dilakukan hanya dalam 12 detik. Dimana, saat seseorang mulai memukul lonceng tersebut, seorang tua-tua kuil akan menghitung dengan hitungan mundur dari 12 sampai 0. Apabila dalam hitungan tersebut orang itu berhasil memukul lonceng sebanyak 108 kali, ia akan mendapat keberuntungan dan kebahagiaan. Namun sebaliknya, apabila ia tidak berhasil memukul hingga 108 kali, ia akan mendapat kesialan.
                Demikian ulasan-ulasan tradisi perayaan tahun baru di berbagai belahan bumi. Semoga menghibur dan tentunya akan menambah wawasan kita. Selamat tahun baru 2013. Happy New Year. (AiLing/otak-atikkata.blogspot.com)

Selasa, 01 Januari 2013

2012

Kali ini hanya tentang pribadi pemilik blog ya.. :D
Puji Tuhan, tahun 2012 telah habis dan bergantilah sudah ke tahun yg baru yakni tahun 2013..
Ini kesan-kesan yang ada selama di tahun 2012..

Mulai awal, di januari 2012..
Seperti biasa, i closed 2011 and opened 2012 at church
saat itu, januari 2012 adalah awal semester kedua di bangku kelas X-2
dan semester dimana uang administrasinya semua bebas karena i got third rank
Masih ingat jelas, nama Airin Levina, kelas X-2 dengan nomor induk 13068 dan absen kelas 04
Kemudian, di januari ini juga, Majalah Karisma (Majalah dari ekstrakulikuler jurnalistik yang aku ikuti) terbit, ada 1 artikelku yang termuat disana. :D

On february 2012..
that's my first valentine day that nobody give me chocolate and i didn't give somebody chocolate too
that's my first time, when valentine days didn't look like usual valentine day
ya, aku bisa maklum, kini beda suasananya, dimana aku bersekolah di sekolah negeri
sehingga teman-teman kebanyakan tidak merayakan valentine
Dan di februari juga, bimbingan OSN mulai rutin, saat itu aku memilih OSN Astronomi, why?
karena OSN Astronomi merupakan OSN yang masih baru dan peluang untuk menangnya lebih besar
Bukan hanya itu, di februari juga diadakan POR Class, yakni dilombakannya 10 cabang olahraga antar kelas, tiap kelas ada duaa tim, yakni tim putra dan tim putri. Tim putri kelasku memang jago, dan layak disebut unggulan di kelas X, dan bisa menyaingi kakak-kakak kelas. Berbeda dengan tim putranya, loyoo dalam hal olahraga atau non-akademik, namun bagaimanapun kelas X-2 adalah kelas unggulan, yang pasti juga unggulan dalam akademiknya. :)

On March 2012
21 Maret 2012 menjadi ulang tahunku yang ke-16
Masih ingat sekali, saat itu adalah saat dimana kakak-kakak kelas XII sedang ada try out,
Semua murid libur, kecuali murid yang mengikuti bimbingan OSN, tetap masuk, tetap belajar dan tetap bersekolah seperti biasa di ruangan bimbingan masing-masing bidang OSN
Dan masih ingat juga lohh, saat itu adalah hari rabu, seragam yang kukenakan adalah seragam identitas sekolah, seragam hijau-kotak-kotak

On April 2012
Di bulan ini, banyak sekali kegiatan
Mulai dari penyelenggaraan OSN, perayaan Paskah, perayaan hari kartini dll
Penyelenggaraan OSN ini dilaksanakan di SMAN 1 Genteng
jadi, aku dan teman-teman, wakil dari SMAN 1 Giri, harus ke sana
Hari pertama, OSN untuk mata pelajaran MIPA
Hari kedua, untuk OSN mata pelajaran non-MIPA, seperti TI, Kebumian, Astronomi dan Ekonomi
Kemudian perayaan Paskah, di gereja ku sendiri, ada ibadah dan perayaannya
Dan Ekklesia (Organisasi Pemuda-Remaja di bawah naungan Majelis Wilayah GKT wilayah V atau bisa disebut juga gabungan pemuda-remaja GKT se-kabupaten Banyuwangi) merayakan Paskah gabungan pula, yakni di GKT Genteng.
Kemudian ada pula perayaan hari kartini di sekolah yang digabung dengan perayaan hari pendidikan nasional, banyak acara yang diselenggarakan, diantaranya adalah Lomba Pidato, Lomba menghias Gethuk, Lomba merias, dan Lomba pentas seni
Dan di bulan ini pula, aku mulai menggunakan BB (BlackBerry)

On May 2012
Bulan Meipun jadi salah satu bulan penghujung di semester ini, kenapa?
Karena setelah Mei adalah juni, dimasa semester ini akan berakhir
Di Bulan Mei ini, guru-guru banyak sekali yang berkata bahwa nilai-nilai dari kelas X-2 banyak yang merosot alias turun, dari guru Pkn, guru matematika, dll
Sekaligus juga, di bulan ini, guru matematika memberitahu bahwa nilai matematikaku merosot
Di susul juga dengan perasaan yang bilang nilai sejarahku turun pula
Di semester satu, nilai sejarahku selali tuntas bahkan tertinggi
Namun di semester dua ini malah sebaliknya :(
Dag..Dig..Dug.. Semoga aku bisa memperbaiki segala sesuatunya di ujian semester kenaikan kelas nantinya, juara paralel lagi atau tidak.. Sudah, aku pasrahkan pada Tuhan..
Tuhan yang tahu, aku mampu, aku layak, aku pantas atau tidak untuk menjadi 3 besar rank paralel sekolah yang mendapatkan bebas SPP untuk semester berikutnya. Tuhan yg tau, aku perlu atau tidaknya semuanya itu..

Di bulan Juni 2012
Ujian semester dimulai, ada di depan mata
Dan sistem ujian ini berbeda dengan semester lalu yang diacak
Di ujian ini, ujian dilaksanakan seperti ujian harian, jadi jadwalnya seperti jadwal mata pelajaran masing-masing kelas
Tentu saja, bagi murid-murid, hal yang mudah untuk saling bertukar soal dengan kelas lain, alias simbiosis mutualisme. tapi tetap saja, sekolah adalah untuk mencari ilmu bukan mencari nilai. Memang nilai itu perlu, hanya saja ilmu lebih penting. Nilai hanya mengikuti saja.
Raportan lagi, dan isu-isu sudah menyebar..
Bahwa ranking paralel 2 dipegang oleh kelas lain, bukan dari kelas unggulan, X-2
waaaa, dag-dig-dug tambah rasanya...
Rapat orang tua di aula dan aku berada di luar aula sambil menanti-nanti siapa yang mendapat ranking paralel 1,2, dan 3
Ranking paralel yang pertama, masihlah bertahan sang juara yg lama, ranking paralel dua, benar saja diduduki oleh pemain baru dari kelas lain, dan Puji Tuhan ketika aku dengar namaku disebut berada di rank paralel 3.
Aku masih ingat sekali, aku teriak sukacita waktu itu sampai pembina OSIS saat itu yang melihatku langsung heran, kemudian memberikan selamat. Puji Tuhann banget :D
Kemudian, aku berkumpul bersama teman-teman lainnya, tanpa disangka, air mata jatuh, berjatuhan, mengingat kebersamaan kami di kelas X-2, Apollo Stars Yo ( Arek Sepolo Loro Smart Teenagers )
Dan setelah libur nanti, kami sudha berpencar, tidak ada lagi di satu ruang kelas yang sama, apalagi mengingat ada juga yang berniat masuk IPS, sehingga kelas kami nantinya berjauhan. :')

Di bulan Juli 2012
Setelah libur, masuklah aku ke semester 3
Semester yang sudah penjurusan, aku berada di kelas XI IPA 4, dan bisa dikatakan yang masuk XI IPA 4 adalah anak-anak terpilih dari kelas X nya dulu, diliat dari segala nilainya. 32 orang murid di kelas XI IPA 4 ini, setengahnya berasal dari kelas X-2, dan setengahnya dari kelas-kelas lainnya. Yang masuk di kelas ini, adalah 32 orang dengan rank paralel teratas. OMG, saingan tambah ketat
Tapi tetap kujalani, mulai adaptasi dengan teman-teman baruku, yang bukan dari kelas X-2 dulu.
Di samping itu juga aku mulai memilih ekstrakulikuler yang benar-benar aku ikuti dan aku mau terjun dalam mengembangkan bakat dan minat sepenuhnya.

Di bulan agustus 2012
Ulang tahun mamaku yang ke 37, tepat tanggal 26 agustus
kemudian ultah nenekku di 28 agustus
ultah kakekku di 30 agustus
dan ultah sepupuku di 31 agustus
Emang, di agustus ini rombongan sekali yang ulang tahun :D
Di bulan agustus ini juga aku mulai dibimbangkan dengan masalah OSIS, haruskah aku tetap ada di kepengurusan OSIS atau tidak. Dan jwabnya ia, aku harus tetap ada di kepengurusan OSIS. Hanya saja, aku tak mau berada di inti, karena aku ketambahan 2 organisasi, sehingga haruslah aku lebih pintar membagi waktu-waktuku.

Di bulan september 2012
Di bulan ini, ada ulang tahun gerejaku, dan aku kebagian menjadi MC nya
Sehingga aku juga harus lebih pintar lagi membagi waktu, disamping untuk kegiatan sekolah baik akademik dan non-akademik, juga ada waktu untuk latihan sebagai MC ini.
Dan di bulan ini, juga diadakan lomba paduan suara tingkat kabupaten, di gedung juang, dimana aku tak bisa mengikutinya karena bentrok dengan tugasku sebagai MC dalam acara gereja.
Sayang banget rasanya, udah lombanya cuma ada 3 tahun sekali, tapi ya sudahlah, Tuhan tetap harus jadi nomor satu kan? :D

On October 2012
Di bulan ini, aku disibukkan dengan segala sesuatu mengenai bimbingan kimia, karena olimpiade kimia mulai diadakan oleh universitas-universitas.
Bimbingan dilakukan sepulang sekolah atau mungkin sore, atau bahkan juga malam, pokoknya sebisa gurunya, sehingga aku juga harus menyesuaikan waktuku dengan waktu yang ditentukan oleh guru kimia. Ya, sekali lagi, aku harus lebih bisa bagi waktu.
Olimpiade kimia pertama yang aku ikuti adalah yang diadakan oleh  UIN, babak penyisihannya di SMAN 1 Rogojampi. namun, aku belum beruntung, pengetahuanku tentang kimia masih kurang, konsep juga belum matang sepenuhnya. Walau di kelas, aku menjadi the top student in chemistry lesson, tapi itu kan untuk materi kelas, bukan untuk materi olimpiade.
Kemudian, olimpiade yg diadakan UNESA, ini per tim sih, dan penyisihannya diadakan di sekolahku, dan walau belum masuk ke babak semifinal, aku dan timku, ada berada di pringkat 5 se-kabupaten banyuwangi.

On November 2012
Bulan ini adalah salah satu bulan yang palig mengesakan buat aku. Why??
Karena di bulan ini, Ekklesia diadakan lagi, kali ini bukan sekedar ibadah saja
Namun  juga diadakan berbagai acara, acara ini diadakan di Pondok Gabriel, Licin, banyuwangi
Yakni pada tanggal 14-15 November 2012, dimana seluruh pemuda-remaja GKT se-kabupaten  Banyuwangi, yang mengikuti, akan berkumpul disini dalam acara Pemupukan Rohani dan Kepemimpinan Ekklesia 2012. Asikk, seru, dan seneng rasanya kalau saudara seiman berkumpul, saling menguatkan dan membangun satu sama lain di dalam Kristus.
Acaranya antara lain ada persekutuan dan ibadah, itu pasti, kemudian pembelajaran Firman Tuhan, materi kepemimpinan, permainan-permainan, dan outbond.
Walau sih, kebersamaan hanya satu hari satu malam saja, tapi rasanya kami semua udah jadi keluarga dan berat banget saat berpisah dan meninggalkan tempat ketika acara telah berakhir. Ya, semoga saja, setiap tahunnya ada acara seperti ini terus. :D
Di sekolah, kelas-kelas disibukkan dengan perlombaan antar kelas dalam rangka menyambut dies natalis sekolah. Mulai dari lomba perkusi, choral speaking, celathu, dan tari tradisional. Begitu juga OSISnya, lebih sibuk lagi mempersiapkan acara ulang tahun sekolah.

On December 2012
Desember identik dengan natal, 
5 desember diadakan natal wilayah, yakni natal GKT se-wilayah kabupaten Banyuwangi, yg bertempat di GKT Rogojampi, dengan tema natal yang luar biasa, aku kembali diingatkan, bahwa natal bukanlah hanya sebagai rutinitas saja, tapi harus terkesan sebagai suatu yg bermakna sehingga tidak berlalu begitu saja, dan hati harus tetap tertuju padaNya
7 Desember 2012 di adakan natal Persekutuan Siswa Kristen Banyuwangi yang bertempat di GKT Banyuwangi, dengan tema Immanuel, yakni bahwa Allah menyertai kita dimanapun kita berada dan bagaimanapun keadaan kita.
Dan juga, pekan itu adalah pekan ujian semester bagi sekolahku dan bagiku.
benar-benar konsentrasi pecah, aku harus bisa bagi waktu, antara belajar untuk persiapan ujian semester, persiapan natal PSKB, dan juga untuk persiapan dies natalis.
16 Desember diadakan grandfinal pemilihan putra-putri smagi di sekolah.
Sampai pada akhirnya tanggal 22 desember, hari sabtu, penerimaan raport :(
Aku sudah berkecil hati, bisa atau gak ya dapat rank lagi, temen2 pinter2 banget, saingan di kelas ketat banget, waaaa,, biarlah aku mau serahkan ke Tuhan.
Ternyata eh ternyata, puji Tuhan, aku bisa naik, ke rank 2 paralel, sedang ranking satunya tetap lah sang juara yg bertahan :D
Puji Tuhan, semester depan aku bisa bebas SPP lagi,, Trims Tuhan
Kemudian, di 22-23 Desember ada dies natalis sekolah, mulai dari festival Band Pelajar, GPGNSS, dan penobatan putra-putri smagi.
Kemudian liburlah sudah, hingga 25 desember, ibadah dan perayaan natal dilaksanakan oleh umat kristiani, begitu juga denganku, aku beribadah dan masih teringat jelas, khotbahnya adalah tentang misteri Allah, bahwa banyak hal yang terjadi di dunia ini yang tidak sepikiran atau bahkan di luar pikiran kita sebagai manusia, yg Tuhan ijinkan terjadi. namun, 1 hal yg pasti, Tuhan punya rencana yang baik dan indah. Biarlah Tuhan yg bekerja atas segalanya
31 desember, ibdah tutup-buka tahun, dimulai pukul 20.00 dan selesai pukul 13.00
Dalam ibadah ini, ada sebuah sesi refleksi, dimana Firman Tuhan disampaikan dan juga ada pengakuan dosa dan kemudian dilanjutkan dengan harapan-harapan untuk tahun yg akan datang. Ini semakin menguatkan kami, bahwa setiap kondisi, Tuhan selalu menyertai dari dulu bahkan sampai selamanya.

Ya, demikian kesan-kesan selama di 2012 yang saya ingat dan saya tuliskan..
banyak hal yang tidak tertulis di sini, namun semuanya akan jadi kenangan..
baik kenangan indah maupun buruk, suka dan duka pasti ada setiap saat
Tapi, tinggal bagaimana cara kita untuk bijak dalam menyikapinya

Tutup tahun 2012 dengan simpan segala kenangannya dan dengan senyuman kedamaian
Buka tahun 2013 dengan lembaran putih baru yang siap ditulis dengan harapan yang akan di raih

Good Bye 2012
Welcome 2013
Happy New Year
God With Us
:D
 

Senin, 24 Desember 2012

FIRMAN TUHAN ITU SEDERHANA

Firman Tuhan itu sederhana tapi terkadang yang membuat firman itu menjadi rumit adalah manusia sendiri. Ada dua hal yang membuat manusia bingung yakni tentang kekhawatiran dan Firman Tuhan.
Tuhan tidak berkenan kepada kekhawatiran karena kekhawatiran adalah bentuk ketidakpercayaan kepada-Nya. Tuhan tahu bahwa kita memerlukan segala sesuatunya dan Tuhan pasti mencukupkannya, dan janganlah kita khawatir. Seseorang yang berjalan tanpa visi, jelas hidupnya akan kacau, dan hidupnya hanya dipenuhi oleh pergumulannya sendiri.
Maka carilah dulu kerajaan Allah di dalam dunia ini dengan cara menjaga hidup kita dari hal-hal yang kecil, misalnya saja dalam gaya hidup, cara bekerja, cara belajar, dll. Serta carilah kesetiaan, integritas, sukacita, konstitensi, dll yang dapat memenuhi kebutuhan rohani kita.
Ketika kita tidak mencari kerajaan Allah dan kebenarannya dalam kehidupan kita, maka secara tidak langsung kita akan kompromi dalam banyak hal dalam kehidupan kita, termasuk kompromi dengan  dosa. Allah sama sekali tak pernah kompromi dengan dosa, karena setitikpun dosa yang ada, itu sudah tercemar dan tidak kudus. 
Pertumbuhan itu ada dua, yakni secara kuantitas dan kualitas. 
Jangan pernah perjuangkan visimu dihadapan Tuhan, karena visi Tuhan dalam hidupmu lebih besar, lebih baik, dan lebih sempurna. Artinya, berserahlah hanya pada Tuhan, yakini bahwa Tuhan punya rencana besar atas kehidupanmu. Tinggalkan visi pribadimu yang belum tentu berkenan dihadapan Tuhan. Ingat, Firman Tuhan katakan dalam Amsal, banyaklah rancangan hati manusia, tapi kehendak Allahlah yang terjadi. 
Merry Christmas 
God Bless You









\

Grandfinal Pa-Pi Smagi 2012-2013

Grandfinal Pa-Pi (Putra-Putri) Smagi (SMAN 1 Giri) 2012-2013 ini diadakan pada Hari Sabtu, 15 Desember 2012. Acara dimulai pukul 18.30 hingga selesai pukul 20.30, acara dipandu oleh 2 MC cantik yang merupakan Finalis Putra-Putri Smagi 2011-2012, yaitu Elmin Martin dan Hadiasti Alfisyahrina. Acara ini berlangsung di Aula SMAN 1 Giri Banyuwangi, acara dibuka dengan penampilan gamelan dari kelas XI IPA 4, yang beranggotakan Minan, Airin, Otniel, Doni, Imam, Vega, Isna, Dinda, dan Alfi, penampilan ini memainkan lagu Tanduk Majeng. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan, mulai dari Ketua Panitia, yaitu Ade Apriliansyah, kemudian Wakasek Kesiswaan yakni Bapak D.P.Rimbawanto dan selanjutnya oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Giri yakni Bapak Mujiono. Acara dilanjutkan dengan tari jaran goyang oleh Ayang dan Yosi. Setelah itu, Finalis Putra-Putri Smagi 2011-2012 menunjukkan aksi modellingnya. Kali ini, dresscode panitia dan Putra-Putri Smagi 2011-2012 adalah batik seragam dengan motif, warna, dan model yang sama. Kemudian dilanjutkan dengan parade 7 besar Finalis Putra-Putri Smagi 2012-2013 dan kemudian pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh juri. Adapun juri-juri yang ada adalah juri-juri yang dipilih dan sangat berpengalaman dalam bidangnya masing-masing. Dan selesailah acara yang ada hingga diumumkan hasilnya nanti pada saat GPGNSS (Gelar Prabangkara Nuansa Seni Smagi).









Minggu, 16 Desember 2012

MY BOY, MY DOCTOR, MY PRINCE

Seorang duta sekolah seperti dia, sudah selayaknya mendapatkan tempat terhormat, bangku tamu paling depan dengan suguhan berbagai hidangan dan konsumsi yang lebih istimewa dan spesial dibandingkan dengan tamu-tamu lainnya, dibandingkan juga dengan aku. Dia adalah seorang duta sekolah yang menjadi undangan terhormat sekaligus juri dalam acara Classmeeting Modelling ini. Sedangkan aku, aku ada di belakang stage, mempersiapkan acara demi acara, ya, aku panitia. Aku yang mondar-mandir ke sana dan ke mari demi berlangsungnya acara ini dengan baik, tentu saja dengan penampilan yang tak di nomor satukan, dengan keringat dan rasa capek yang bertumpuk. Tapi aku beruntung, aku punya teman-teman yang membantu aku, ya, teman-teman panitia. Tanpa mereka, tanpa aku, acara tidak akan berjalan dengan baik. Tentu saja aku berbeda dengannya, lihat saja, penampilannya sebagai duta sekolah sangat dinomor satukan, walaupun seorang pria, make up juga menjadi hal yang terutama baginya, bukan hanya itu, dari tatanan rambut, kostum, hingga sepatu dan aksesoris, semuanya komplit, tidak ada yang luput atau tertinggal. Dia hanya duduk di bangku terhormat itu dengan memegang pulpen dan menulis nilai peserta classmeeting modelling satu per satu.
Di kehidupan sekolah, walau dia seorang duta sekolah yang meraih berbagai prestasi di bidang non-akademik, kemampuan akademik/intelektualnya tidak bisa menyaingi kemampuanku. Saat ini, kami berada di kelas XI IPA SMA, aku berada di kelas XI IPA 1, kelas terbaik dengan rata-rata kemampuan muridnya diatas rata-rata kelas ipa lainnya. Sedang dia, dia berada di kelas XI IPA 9, yang boleh dikatakan kelas ipa buangan. Hmm, walau begitu, prestasinya juga sangat membanggakan, prestasinya banyak sekali diluar sekolah, tidak seperti aku, aku memang berprestasi, namun hanya di sekolah, bisa dikatakan kalau aku hanya jago kandang saja. Aku adalah seorang siswi dengan ranking 1 paralel di sekolah dan seorang sekertaris OSIS, dengan orang tua yang tidak berpengaruh di sekolah. Sedangkan dia, duta sekolah, duta kota dimana kami tinggal, dan duta musik propinsi, dan orang tuanya adalah ketua yayasan sekolah. Waaw, jelas berbeda, bagai pangeran dan aku hanya gadis dari rakyat jelatanya. Sang pangeran jelas sekali menjadi pujaan, ya, dia selalu jadi pujaan dari setiap siswi sekolah, entah dari kakak kelas, teman seusia, ataupun adik kelas. Coba ditanya, siapakah cowok paling nge-top di sekolah, pasti jawabannya adalah dia. Sebut saja namanya Putra. Putra sungguh jadi idola bagi setiap cewek di sekolah, termasuk juga aku, hanya saja, aku bukan tipe cewek yang mengumbar-umbar rasa sukaku terhadap seseorang seperti yang cewek-cewek lain lakukan.
Sejujurnya, aku dan dia pernah menjadi teman kecil. Dulu, ketika SD, kelas 1 tepatnya, kami bertetangga, di mulai dari keluarganya yang pindah di perumahan tempat keluargaku tinggal. Kami bersekolah di SD swasta yang sama. Masih teringat jelas, saat ayahku meninggal, ibuku harus bekerja menghidupi aku, putrinya seorang, dan oleh karena itu, setiap pagi, setelah sarapan, ibuku menghantarkan aku ke sekolah, kemudian ibuku berangkat bekerja. Ibu menitipkan aku kepada keluarganya, sepulang sekolah, aku dan Putra pulang bersama, tentu saja dengan dijemput orang tuanya. Kadang ibunya, kadang pula ayahnya, atau kadang malah berdua. Aku pernah iri kepadanya, dan pernah aku kemukakan itu dihadapan Putra dan ibunya, aku iri melihat kelengkapan dan kesempurnaan keluarganya. Namun, ibunya menanggapi dengan senyum dan berkata bahwa aku telah dianggap putrinya sendiri, oleh karena itu, aku harus menganggap mereka keluargaku juga. Maklumlah, aku tau, keluarga Putra hanya memiliki seorang anak tunggal saja, yaitu Putra. Mereka tidak mempunyai seorang putri dan ibunya pun tidak bisa mengandung lagi dikarenakan gangguan saat hamil hingga melahirkan Putra sehingga rahimnya harus diangkat.
Aku dan Putra menghabiskan waktu bersama, mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SD, kami bermain bersama. Banyak permainan yang kami lakukan, salah satu permainan yang sering kami mainkan adalah dokter dan suster, dia menjadi dokternya dan aku menjadi susternya. Itu semua karena cita-citanya menjadi dokter dan cita-citaku menjadi suster. Dia pernah berkata pula bahwa bila nanti sudah dewasa, kami akan selalu bertemu di rumah sakit setiap hari, itu karena dia akan menjadi dokternya, dan aku yang akan menjadi susternya. Waktu berlalu, hingga saat kelas 3 SD, aku dan ibuku pindah ke kota lain, rumah di perumahan, sebelah rumah Putra, dijual oleh ibuku untuk memenuhi kebutuhan hidup dan khususnya kebutuhan sekolahku yang semakin hari semakin mahal. Hingga aku dan ibuku pindah ke rumah nenek, di kota lain yang cukup jauh dari kota yang Putra beserta keluarganya tinggali.
Aku dan dia terpisah, sang dokter sudah terpisah dengan sang suster, entah berapa lama dan entah sampai kapan terpisahnya.  Waktu demi waktu, kami bertumbuh dewasa satu sama lain, tanpa adanya kabar, tanpa adanya suatu komunikasi. Kami tidak mengerti satu sama lain. Aku menjalani kehidupanku di kota kecil ini, kota tempat nenekku tinggal. Tanpa disadari, waktu cepat berjalan, aku lulus SD dengan nilai yang cukup memuaskan, aku masuk SMP favorit dan ternama di kota kecil itu dengan bebas biaya, nilaiku selama di SMP pun tertinggi, aku selalu mendapat peringkat pertama dan dengan itulah sekolahku gratis sehingga ibuku tak perlu repot-repot membiayai aku. Ibuku menjadi seorang yang memotivasi aku, sangat-sangat memotivasi aku. Sehingga setiap langkah yang aku ambil hanyalah memiliki satu tujuan yakni membahagiakan ibuku. 
Waktu-waktu ini terus berlalu, pikiranku hanya untuk sekolah dan ibu saja, pikiran tentang Putra dan keluarganya hilang sudah termakan oleh waktu. Tanpa terasa pula, sudah UNAS SMP, lagi-lagi dengan doa dan usaha, nilai UNAS ku menjadi nomor satu se-kabupaten dan nomor 2 se-propinsi. Dan hal inilah yang membuat ayah Putra, selaku kepala yayasan dari salah satu SMA di kota massa kecilku, kota tempat tinggal Putra, memberikan beasiswa kepadaku untuk masuk SMA itu, dengan biaya sekolah gratis dan biaya hidup gratis, dengan aku tinggal di asrama sekolah itu. Tentu saja, ibuku tak keberatan, ibuku hanya berpesan bahwa aku harus benar-benar belajar dan memanfaatkan kesempatan beasiswa ini dengan baik. Ibuku juga berjanji, bahwa setiap akhir bulan, ibuku akan mengambil cuti dan mengunjungi aku di asrama.
Mulailah masuk di masa SMA, kelas X-1, kelas unggulan menjadi tempatku kali ini, tentu saja, dengan nilai UNAS yang hampir sempurna itu, pastilah aku dapat masuk kelas unggulan dengan mudah. Di masa awal SMA ini, aku mulai terpikir kembali tentang semua kenangan masa kecilku bersama Putra, aku sudah bertemu ayah Putra, namun aku belum bertemu Putra. Hingga saat setelah raport semester 1 dibagikan, dengan ranking 1 paralel yang ada, rasa bahagia seolah belum lengkap, karena kehadirannya masih belum di depan mata, aku masih menunggu kehadirannya. 
Semester 2 tiba, dengan kabar seorang siswa baru pindahan dari Singapore dengan wajah tampan, tubuh tinggi, dan kulit putih. Sekilas, aku dengar dari teman-temanku, siswa pindahan itu adalah anak kepala yayasan. Langsung terlintas di pikiranku, apakah itu Putra atau bukan. Aku tak tau, siswa baru itu berada di kelas mana dan aku belum pernah menemui atau bertemu dengannya. Maklum saja, sekolahku merupakan sekolah yang sangat besar. Kelas X saja memiliki 15 kelas, dengan 30 siswa di masing-masing kelas. Dan untuk kelas XI dan XII, adalah masing-masing 9 kelas IPA, 3 kelas IPS, dan 3 kelas bahasa. Bisa dibayangkan betapa besarnya dan banyaknya murid di sekolahanku. Hingga tiba suatu pemilihan duta sekolah dengan aku yang menjadi salah satu panitianya, aku mengurus dan menyeleksi semua nama-nama yang layak menjadi duta sekolah dan hasilnya, kutemukan namanya, Putra Setiawan Prayoga dari kelas X-9. 
Hingga saat seleksi awal, saat pengumpulan data, surat kesehatan, dan administrasi lainnya, kami bertemu dan bersapa. Dimulai darinya yang melihat tag-name di seragamku dan bertanya apakah benar aku adalah Ani, suster kecilnya, yang dulu pernah satu SD dengannya. Sambil berpura-pura mengingat, akupun berkata ia, dan dengan jelas aku kembali berkata bahwa ternyata dia adalah Putra, dokter kecilku dulu, yang selalu pulang sekolah bersama denganku. Kami saling menyapa satu sama lain dan saling tersenyum. Senyumnya indah sekali, tampan sekali. 
Hingga pemilihan duta sekolah tiba pada puncaknya, dia terpilih jadi duta sekolah, dan tentu saja semua siswi semakin berdecak kagum kepadanya. Dan semakin jauhlah jarak diantara aku dan Putra, seakan semakin renggang saja, ditambah lagi di bulan yang sama dia terpilih menjadi duta pemuda kota dan duta musik propinsi. Seakan-akan, dokter kecilku telah hilang kembali, dan sang suster kembali sendiri lagi. Sangat jauh, dan aku perlahan hanya ingin melupakan dokter kecilku yang kini menjadi pangeran yang dipuji-puji setiap orang.
Hingga saat penjurusan tiba, aku dengan mudah dan sudah pasti masuk ke jurusan IPA, karena nilai-nilai ipa ku lah yang memang dominan. Dan sempat terdengar di telingaku, Putra lebih dominan di nilai IPS sehingga ia akan dimasukkan ke jurusan IPS, ditambah lagi sebagai duta, pasti kecerdasaan dan kemampuan sosialnya lebih tinggi dan akan lebih berkembang apabila ia masuk ke jurusan IPS. Bila benar, ia masuk jurusan IPS, maka pupus sudah harapan masa kecil dulu, bahwa ia akan menjadi dokter dan nantinya hanya aku sendiri yang akan menjadi suster, dengan dokter lain, yang bukan dirinya. Ternyata, dengan segala usahanya yang ditompang oleh ayahnya pula, Putra berhasil masuk ke jurusan IPA, hanya saja kelas ipa terakhir, yakni kelas XI IPA 9. Sangat jauh denganku yang berada di kelas XI IPA 1. Tapi setidaknya, itu membuatku lega, bahwa masih ada harapan bersama dokter Putra nantinya. 
Namun tetap saja, walau berada di kelas IPA, kesibukkannya menjadi berbagai macam duta mengalahkan materi-materi pelajaran IPAnya, sehingga suatu kali, dia menemuiku atas permintaan orang tuanya pula, ia meminta agar aku menjadi gurunya selama ia ketinggalan mata pelajaran. Tentu saja, rasa sungkan ada di benakku, masakan seorang rakyat jelata sepertiku mengajari sang pangeran sekolah. Tentu saja aku minder, aku merasa kurang percaya diri. Setiap kali ia belajar, pakaiannya selalu seperti orang mau pergi ke mall, sedangkan aku, setiap aku belajar, aku hanya memakai baju seadanya, bahkan daster atau baju tidurpun tak masalah menjadi pakaianku saat belajar. Ditambah lagi, setiap kali serius belajar, kadang hp nya berbunyi dengan berbagai macam pembicaraan, mulai dari acara ulang tahun sekolah, konsep acara ulang tahun kota, sampai festival kebudayaan propinsipun ada dalam teleponnya, tak peduli itu adalah waktu kerja atau tidak. Hal seperti itu tetap berlanjut hingga aku mengundurkan diri, hingga aku tak mau lagi menjadi guru pribadinya. Namun dia tetap bersih keras untuk mau berkomitmen dan belajar bersama denganku, dia memberikanku jaminan bahwa sebentar lagi, satu tahun jabatannya sebagai segala macam duta akan habis, sehingga dia bisa benar-benar berkonsetrasi terhadap materi pembelajaran, ditambah lagi dengan ibu Putra yang meyakinkan aku, akhirnya, aku urungkan niatku, dan aku tetap menjadi guru pribadinya. Waktu demi waktu berlalu, kami tetap belajar bersama, hingga masa baktinya habis sebagai segala macam duta tersebut. 
Kenaikkan kelas menuju kelas XII pun tiba, dia melepaskan segala jabatannya dan di kelas XII ini, dia hanya ingin berkonsentrasi untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi UAN, kebetulan juga, di kelas XII ini, aku dan Putra berkumpul dalam satu kelas yang sama, yakni XII IPA 4, maklumlah, memang di kelas XII tak ada kelas unggulan lagi, semuanya rata, dengan tujuan lulus bersama dalam UAN. 
Sampai suatu kali, kabar burung terdengar, Putra menjalin hubungan dengan Vinda, seorang adik kelas, yang duduk di bangku XI IPS 1, kelas IPS unggulan, disamping itu, Vinda juga merupakan duta putri sekolah, prestasinya pun tak kalah hebatnya dengan Putra, bila Putra pernah menjadi duta pemuda kota, kini Vinda menjadi duta pemudi kota, disamping itu Vinda juga seorang penari tradisional kota yang sangat berbakat dan ia adalah penari nasional. Bukan hanya dibidang non-akademik saja, kabarnya, Vinda juga merupakan ranking paralel 2 untuk kelas XI IPS. Waaw, sang pangeran bertemu dengan sang putri, sungguh cocok. Dan sang gadis jelata tak kan bisa menandingi sang putri yang sempurna itu. Perlahan demi perlahan, sungguh, aku hanya ingin berteman dan bersahabat saja dengan Putra, aku tak mau ada rasa suka di hatiku ini. 
Aku berusaha tidak menyukainya lagi. Perlahan, aku menghindar dari Putra untuk sekedar melupakan rasa sukaku. Perlahan pula, aku memendam keinginan dan cita-citaku untuk menjadi seorang suster, aku ingin alihkan cita-citaku menjadi seorang farmasis. Tapi tetap tak bisa, dari jati diriku, aku hanya ingin menjadi seorang suster saja, walau bukan Putra yang jadi dokternya, aku tetap hanya ingin menjadi seorang suster. 
Di sabtu itu, Putra mengajakku untuk belajar bersama, namun aku menolaknya dengan berbagai macam alasan semampuku. Ibu Putra mengunjungiku ke asrama, mengajakku makan malam. Berjalan bersama ibu Putra pun membuatku tak percaya diri. Ibu Putra mengenakan kemeja anggun dengan rok selutut, dengan tas mewah di tangannya, dengan sepatu hak tinggi dan berbagai macam aksesoris yang membuat beliau semakin lebih menawan, sedangkan aku hanya memakai kaos dengan jaket jamper, dengan bawahan celana jeans, dan sepatu sport d kakiku. Sempat terlintas dalam benakku, memang benar bahwa aku tak pantas menjadi anggota keluarga Putra, atau istri Putra mungkin, sama sekali aku tak pantas. 
Ibu Putra mengajakku ke mall, mengajakku untuk makan malam dan kemudian mengajakku untuk berbelanja. Ibu Putra sempat mengatakan bahwa ia merindukanku, dan memintaku menemaninya belanja, dari pakaian sampai kebutuhan keluarga. Ia juga mengatakan kepadaku agar aku maklum, karena ia tidak mempunyai anak perempuan. Ibu Putra juga menanyakan kabar ibuku. Kebersamaan dengan ibu Putra sungguh membahagiakanku, seolah-olah aku sedang bersama ibuku saat itu. 
Sampai saat tiba di bagian perbelanjaan pakaian, ibu Putra menunjuk sebuah dress batik yang anggun, beliau bertanya bagaimana pendapatku, aku hanya berkata kalau itu manis dan sederhana. Segera, ibu Putra mengambilnya dan menyuruhku mencobanya, dan pas, cocok sekali untukku. Ibu Putra membelikannya untuk aku, aku sempat menolak, tapi beliau bersih keras membelikannya. Hanya kata terimakasih yang ada di mulutku dan di hatiku, aku ucapkan itu sambil memeluknya. Beliau pun juga membeli baju-baju, bukan hanya untuk beliau saja, tetapi juga untuk Putra. Aku bahagia, ketika beliau menuruti dan mendukung saranku saat membelikan kaos dan kemeja untuk Putra.
Setelah itu, sampailah kami berbelanja di supermarket, dari buah-buahan, bahan dapur, beras, sayur-sayuran, semua kami beli dan kami pilih bersama. Nampaknya, ibu Putra sangat cocok dan senang denganku. Aku bersyukur, ada ibu Putra yang mengobati kerinduanku kepada ibuku. Kami belanja bersama, tak terasa sudah hampir 3 jam kami bersama. Mulai dari jam 4 sore, hingga jam 7 malam ini. Ibu Putrapun membujukku untuk menginap di rumahnya semalam saja, karena hari esok adalah hari libur, dan asrama membebaskan setiap murid di waktu akhir minggu. Aku pun hanya berkata ia, mengikuti seluruh perkataan beliau, karena aku tau, beliau sangat berjasa dalam hidupku. Kami menuju rumah kediaman keluarga Putra dengan membawa seluruh belanjaan yang ada.



Aku dan ibu Putra tiba di rumah, rumah itu sangat sepi. Hanya ada ayah Putra yang sedang mandi, sedangkan Putra entah pergi kemana dan belum tiba. Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam, namun Putra juga belum datang. Ibu Putra menyuruhku untuk ke kamar tamu, dimana letak kamar tamu itu bersebelahan dengan kamar Putra. Ibu Putra menemanikku menuju ke kamar tamu. Beliau sudah mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari pakaian yang akan aku pakai, handuk dan perlengkapan mandi, semuanya telah beliau persiapkan, seakan-akan kedatanganku malam ini sudah terencana.
Setiba di kamar tamu, kami duduk berdua di atas ranjang, kami saling bercerita satu sama lain. Beliau bercerita, bahwa semenjak aku pindah dahulu, rumah menjadi semakin sepi, dan teman bermain Putra hanyalah komputer dan alat elektronik lainnya. Aku pun bercerita segala sesuatunya setelah aku pindah hingga aku bisa kembali lagi ke kota dimana ibu Putra tinggal ini. Aku juga bercerita tentang ibuku, yang membuatku meneteskan air mata dan beliau memelukku, sambil menguatkan aku.
Selanjutnya, malam itupun aku dan ibu Putra tidur di kamar tamu. Aku terlelap sedemikian rupa sehingga aku tak mengerti kedatangan Putra. Esok harinya, pagi benar aku sudah bangun dan mandi, aku membantu ibu Putra menyiapkan sarapan pagi. Tanpa sadar, setelah kejadian semalam, aku semakin menjadi akrab kepada ibu Putra dan aku tak melihat lagi bahwa ada perbedaan diantara kami. Yang aku tau, ibu Putra dan seluruh keluarga Putra adalah baik dan menyukai pribadiku. 
Pagi itu, aku, ibu dan ayah Putra, beserta Putra makan bersama dalam satu meja. Saat itu, aku tak tahu bahwa piring yang aku ambil adalah piring spesial yang khusus hanya untuk Putra. Ibu Putra berkata bahwa piring itu milik Putra, khusus untuk Putra saja, dan menyuruhku memberikannya kepada Putra. Namun justru Putralah yang kembali memberikannya kepadaku dan menyuruhku memakai piring itu. Setelah sarapan, Putra mengajakku untuk belajar bersama di taman belakang, dengan berat hati, aku mengiyakannya. Mau bagaimana lagi, bila menolaknya, aku merasa sungkan kepada kedua orang tua Putra. 
Setiba di taman belakang, hanya aku dan Putra saja di sana. Suasananya sangat cerah, kicauan burung dimana-mana. "Mana buku-bukunya?", tanyaku. Dia hanya diam, kemudian berdiri di tepi kolam ikan. Akupun menghampirinya, dan bertanya apakah mau belajar atau tidak. Segera, jari telunjuknya menutup mulutku seakan-akan menyuruhku berhenti bicara. Kemudian kembali dia yang bertanya, "Selama ini kamu kemana?". Aku bingung dengan pertanyaannya, selama ini aku tidak kemana-mana, aku sekolah dan bukankah kami sekelas dan kami saling bertemu satu sama lain. 
Aku terdiam sejenak, kemudian, aku kembali bertanya, "Beneran, Putra dengan Vinda sekarang?".  Secara tegas Putra menjawab, "Ani, kamu memang gak berubah dari dulu sampai sekarang, kamu tetap aja gak bisa memanggil orang lain dengan kata kamu atau dia, kamu tetap aja memakai namanya. Vinda dan aku hanya sebatas pasangan senior-junior sebagai duta sekolah, kami hanya melakukan kegiatan bersama, namun kami tidak punya hubungan apa-apa. Kenapa? Kamu takut?" 
Secara tegas, aku kembali bertanya sambil menutupi perasaanku, "Takut apa?" 
Dia menarik tanganku, tubuh ini dekat sekali dengan tubuhnya, tangan kirinya memegang tanganku dan tangan kananya berada di pinggangku. Aku kaget, aku hanya terdiam, tidak dapat berkata apa-apa rasanya. Kemudian dia berkata, "Dari dulu sampai kapanpun, jadilah suster yang selalu menemaniku." Wajahnya mendekati wajahku, namun wajahku berpaling darinya. Lalu ia melepaskan tangannya dariku dan masuk ke dalam rumah, kemudian ia kembali lagi dan mengajakku untuk belajar. Aku masih belum paham benar apa yang dia maksudkan lewat kata-katanya tadi. 
Sambil belajar, kami saling bergurau dan bercerita satu sama lain, apa saja kami ceritakan, dari dulu sampai sekarang. Lalu perlahan, kami sama-sama berkhayal, menceritakan masa depan impian kami. Dimulai dari aku, "Kalau Ani, Ani pengen setelah lulus SMA ini, Ani nglenjutin ke akademi keperawatan. Nanti setelah lulus, Ani pengen kerja dengan dokter yang baik, yang nantinya akan jadi suami Ani. Terus, kalau ibu Ani sakit, Ani pengen Ani sendiri yang ngurus ibu Ani. Terus kalau boleh juga, kalau Ani punya rejeki, Ani pengen bangun rumah sakit kecil untuk orang-orang yang membutuhkan. Kalau Putra gimana?" 
Putra meneruskan, "Kalau aku, setelah lulus pengen masuk fakultas kedokteran. Setelah lulus kedokteran umum, aku mau ambil spesialis anak. Terus, selain jadi dokter, aku juga pengen tetep jadi duta budaya dari kota ini. Setelah lulus jadi dokter, aku akan buka klinik anak, yang aku urus bersama kamu. Kamu mau kan An?" 
Aku hanya tersenyum, sambil dalam hati mengaminkan itu semua. 
Dalam hati, aku yakini, kalau sebenarnya Putra juga menyukaiku, trbukti dari kata-kata yang ia ungkapkan, walaupun tersirat, tapi aku tau, Putra pun suka. Mungkin saja, bakatnya sebagai duta itulah yang mendorongnya setiap kali berbicara haruslah sopan , santun , dan tak ada blak-blak an seperti orang awam umumnya.
Hari-hari berlalu, kini bukan lagi siswa atau mahasiswa, kini yang adalah Dokter Putra dan Suster Ani. Kami melewati hari-hari kami berdua di rumah sakit, setiap hari bertemu, kami berangkat dan pulang bersama kadang. 
Dan pangeran itu kini menjadi dokter, dan pangeran itu kini dimiliki oleh seorang gadis jelata yang beruntung itu. Kini, dokter dan suster selalu bersama, tak pernah terpisah. Bulan depan, kami akan menikah, dengan lamaran Putra yang ia sampaikan di rumah sakit. kini, pangeran yang benar-benar mengungkapkan hatinya secara terang-terangan, tanpa tersirat lagi. 
Betapa bahagianya sang gadis jelata yang kini menjadi seorang suster, gadis itu telah memiliki pangeran dan suster itu telah memiliki dokternya. Gadis dan suster itu adalah Ani. Dokter dan Pangeran itu adalah Putra. :) <3



Jumat, 14 Desember 2012

NATAL PERSEKUTUAN SISWA KRISTEN BANYUWANGI



Hari Jumat, 7 Desember 2012 adalah satu even dimana salah satu progam kerja Persekutuan Siswa Kristen Banyuwangi, yakni natal PSKB. PSKB adalah suatu organisasi dibawah naungan Perkantas (Persekutuan Antar Universitas) yang merupakan kumpulan siswa kristen yang bersatu hati dalam pelayanan untuk mengabarkan Firman Tuhan dan untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar siswa kristen. Pada hari jumat, 7 Desember tersebut, siswa-siswi kristen dipertemukan dalam ibadah natal PSKB, yang bertempat di GKT Banyuwangi, dengan Ev.Yafet Wahyudi sebagai pembicara. Acara tersebut dimulai pukul 16.30, dengan 3 orang MC, yakni Lisa dan Riko dari SMAN 1 Giri dan Bisma dari SMPN 1 Banyuwangi. Dengan pemusik Yesicha, Tio, dan Gresika. Acara ini bertemakan "Immanuel, Tuhan Yesus besertaku, tak pernah ditinggalkanku". Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 orang siswa-siswi kristen dari SMA-SMP Banyuwangi. Para petugas pelayanan memakai seragam batik. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu "Hai mari berhimpun" dan dilanjutkan dengan berbagai pujian bagi kemuliaan Tuhan, hingga tiba saatnya Firman Tuhan. Firman Tuhan yang disampaikan mengingatkan setiap kita bahwa sebagai anak Tuhan, sebagai milik Allah, yang sudah ditebus oleh-Nya, Tuhan selalu menyertai kita, dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan dan bagaimanapun situasi dan kondisi hati kita. Tuhan tetap menyertai kita, dan Tuhan tetap menjaga kita. Oleh karena itu, haruslah kita menghargai Tuhan juga, yang ada dalam setiap kehidupan kita, janganlah kita mendukakan Tuhan dengan berbagai hal-hal buruk dan dosa yang kita lakukan, yang kita pikirkan ataupun perkataan yang kita ucapkan. Berikutnya, adalah penyalaan lilin yang diwakili oleh seorang siswa/siswi dari masing-masing sekolah, mulai dari SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 3 Banyuwangi, SMPN 1 Giri, SMPN 1 Glagah, SMPK Santo Yusup, SMAN 1 Banyuwangi, SMAN 1 Giri, SMAN 1 Glagah, SMKN 1 Banyuwangi, SMKN 1 Glagah dan SMAK Hikmah Mandala. Penyalaan lilin ini diiringi dengan lagu "Kami perlu Kau Tuhan" dan disambung sekaligus dengan doa syafaat, dimana pokok-pokok doa yang ada adalah Ujian Akhir Semester, keberadaan siswa-siswi kristen, dan juga mendoakan banyuwangi, kota kami tercinta yang sedang marak-maraknya dengan berbagai even menyambut hari jadi kota Banyuwangi. Selanjutnya, adalah persembahan, dan sambutan dari Ketua Panitia Natal, yakni Peter Permana, siswa SMAN 1 Giri. Selanjutnya ibadah di tutup dengan Doa Persembahan dan Doa Penutup oleh Ev. Yafet Wahyudi yang menjadi pengkotbah dalam acara tersebut.






NATAL GKT WILAYAH - se KABUPATEN BANYUWANGI

Hari Rabu, 5 Desember 2012, Gereja Kristus Tuhan (GKT) se wilayah Kabupaten Banyuwangi, yakni wilayah V, mengadakan ibadah gabungan Natal bersama. Adapun GKT wilayah 5, meliputi GKT Banyuwangi, GKT Syalom Jajag, GKT Galilea Muncar, GKT Siloam Rogojampi, dan GKT Genteng. Ibadah Natal Gabungan ini diadakan di GKT Rogojampi, yang dimulai pada pukul 17.00 dan selesai pada pukul 19.00. Liturgis dari ibadah ini adalah Bapak Sugiono, anggota GKT Rogojampi, dibantu dengan 2 orang singer dari GKT Rogojampi, serta musik band, yakni dari gabungan gereja GKT, natal ini bertemakan Natal Yang Luar Biasa, dimana, firman Tuhan disampaikan oleh Ev.Gumulya, selaku penginjil dan dosen Sekolah Tinggi Theologia Alethea (STTA) Malang. Ibadah ini dibuka dengan pujian "Kau Sungguh Indah Tiada Taranya", yang menyatakan bahwa Tuhan sungguh luar biasa, tanpa Tuhan, tidak ada yang terjadi, dan semuanya yang ada hanya karena kasih dan bagi kemuliaan Tuhan saja. Dilanjutkan dengan doa pembukaan dan puji-pujian lainnya, dan drama mengenai persiapan natal di berbagai tempat, hingga tiba di puncak ibadah, yakni penyampaian Firman Tuhan. Firman Tuhan yang disampaikan memiliki inti bahwa dari seluruh persiapan natal yang ada, entah tari-tarian, puji-pujian, ibadah dan perayaan natal, ataupun segala pernak-pernik natal, dan lain-lain adalah harus mengarah dan tertuju hanya kepada Tuhan saja, jangan sampai seluruh kegiatan natal yang ada hanya menjadi ajang kebiasaan, ajang belanja dan bersenang-senang, dan membuat kita melupakan arti dan makna natal yang sebenarnya. Di natal ini, kembali Tuhan mengingatkan, bahwa makna natal adalah memperingati lahirnya Allah menjadi manusia, Allah yang rela turun ke dunia untuk menebus dosa umat-Nya, yang percaya kepadanya. Setelah Firman Tuhan, dilanjutkan dengan acara berikutnya, yakni persembahan dengan pujian "Semua Bagi Tuhan Yesus", selanjutnya dilanjutkan dengan Doa Persembahan dan Doa Syafaat. Setelah persembahan, perayaan lilin dimulai, semua lampu dimatikan, lagu "Seribu Lilin" dinyanyikan bersamaa dengan penyalaan lilin yang dimulai dari lilin besar diatas panggung, yang satu per satu dinyalakan oleh panitia natal, majelis wilayah, dan perwakilan majelis dari tiap-tiap gereja. Kemudian, perlahan-lahan, lilin jemaat menyala, hingga setelah seluruh lilin menyala, Doa dihaturkan. Lilin-lilin itu yang bersinar di tengah kegelapan adalah makna, bahwa sebagai anak Tuhan, kita harus menjadi terang dalam kegelapan ini, saat itu, lilin dan terang itu berkumpul di gereja, di satu tempat, namun setelah ibadah itu, lilin dan terang itu akan menyebar dan tugas kitalah, sebagai anak-Nya, tetap bersinar, tetap menjadi terang dan berkat, bukan malah menjadi batu sandungan. Setelah itu, pengumuman di sampaaikan oleh Ketua majelis Wilayah, yakni Pdt. Misael Ubik, selaku Gembala Sidang di GKT Muncar, dalam pengumuman ini disampaikan pula, bahwa natal wilayah tahun depan akan diselenggarakan di GKT jajag. Selanjutnya, ibadah pun di tutup dengan doxologi, seluruh kemuliaan dikembalikan lagi kepada Tuhan, dan doa penutup sekaligus doa berkat disampaikan oleh Bapak Misael Ubik. Demikianlah rangkaian acara dari natal wilayah GKT se-kabupaten Banyuwangi tahun 2012. Semoga dapat menjadi natal yang luar biasa, sesuai dengan temanya. GBU.